Market Hari Ini 07 Mar 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

China 'Invasi' Industri Otomotif AS, Biden Ketakutan

China 'Invasi' Industri Otomotif AS, Biden Ketakutan
China 'Invasi' Industri Otomotif AS, Biden Ketakutan

KABARBURSA.COM-Amerika Serikat (AS) waswas. China, yang merupakan negara saingannya, diprediksi dapat membanjiri pasar kendaraan listrik AS dengan penawaran berbiaya rendah.

Kekhawatiran ini telah disampaikan oleh Menteri Energi Jennifer Granholm, beberapa minggu setelah Presiden Joe Biden menyampaikan kekhawatiran serupa.

"Kami sangat prihatin dengan pengaruh China terhadap industri kami di AS, bahkan ketika kami sedang membangun tulang punggung manufaktur yang luar biasa ini," kata Granholm dalam panel diskusi di acara Axios pada Rabu (6/3/2024), dikutip Kamis 7 Maret 2024.

China dianggap sebagai ancaman terhadap industri otomotif AS karena ekspor kendaraan Washington menurun, sementara perusahaan-perusahaan seperti General Motors menghentikan operasi internasionalnya. "Kami melihat hal ini terjadi di industri tenaga surya... terjadi banjir di pasar," kata Granholm.

Data Asosiasi Produsen Mobil China mencatat Beijing telah mengekspor hampir 5 juta kendaraan pada tahun 2023. Angka ini melampaui Jepang sebagai negara nomor satu di dunia untuk ekspor mobil pada tahun 2023.

Produsen kendaraan listrik China juga telah merilis model-model baru dalam waktu yang sangat singkat. Di sisi lain, Fitch Ratings pada Desember menyebut prospek produsen mobil China tetap stabil meskipun persaingan semakin ketat. "China berinvestasi dalam jumlah besar, jadi kita perlu memahami bahwa penting bagi masyarakat untuk membeli kendaraan listrik dengan harga yang terjangkau, namun kita bisa melakukannya dan menjaga keamanan negara kita," kata Granholm.

Gedung Putih mengatakan bulan lalu bahwa AS sedang menyelidiki apakah impor kendaraan Cha menimbulkan risiko keamanan nasional. Ini muncul setelah mereka dapat mengumpulkan data sensitif tentang warga negara dan infrastruktur AS dan mengirimkannya ke China. "Kebijakan China dapat membanjiri pasar kita dengan kendaraannya, sehingga menimbulkan risiko terhadap keamanan nasional kita," kata Biden dalam sebuah pernyataan saat itu. "Saya tidak akan membiarkan hal itu terjadi pada jam tangan saya."

AS sedang berupaya untuk meningkatkan rantai pasokan kendaraan listrik dalam negeri melalui Undang-Undang Pengurangan Inflasi, yang memberikan kredit pajak untuk kendaraan yang menjalani perakitan akhir di Amerika Utara, memenuhi persyaratan penting mineral dan komponen baterai, serta persyaratan lainnya.

Kendaraan listrik yang komponen baterainya dibuat atau dirakit oleh entitas asing yang menjadi perhatian yaitu China, Iran, Korea Utara, dan Rusia tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan insentif pajak.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait