Market Hari Ini 16 Oct 2025 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Uslimin Usle

Cilegon dan Hilirisasi Timah: dari Laut Bangka hingga Industri Kimia Bernilai Tinggi

Hasilnya adalah rangkaian produk kimia berbasis timah dengan merek BANKASTANNIC , BANKASTAB dan BANKAESA

Cilegon, kota industri di pesisir barat Banten, kini bukan hanya dikenal sebagai basis baja nasional.

Suasana PT Timah Industri di Cilegon Banten, Jawa Barat pada Rabu, 15 Oktober 2025. Desty Luthfiani/KabarBursa.com.
Suasana PT Timah Industri di Cilegon Banten, Jawa Barat pada Rabu, 15 Oktober 2025. Desty Luthfiani/KabarBursa.com.

KABARBURSA.COM - Cilegon, kota industri di pesisir barat Banten, kini bukan hanya dikenal sebagai basis baja nasional. Di kawasan ini, deretan tangki reaktor kimia dan pipa-pipa logam menjadi saksi transformasi besar industri pertimahan Indonesia. 

Di baliknya, ada kisah hilirisasi yang dijalankan oleh PT Timah Industri, anak usaha perusahaan pelat merah PT Timah Tbk atau dalam kode saham TINS, bagian dari MIND ID.

Sebenarnya, cerita sejatinya berawal jauh di timur tepatnya di Kepulauan Bangka Belitung, tempat timah dieksplorasi dan ditambang oleh PT Timah. Dari mineral mentah yang diambil dengan praktik pertambangan berkelanjutan, PT Timah mengolahnya menjadi logam timah murni atau tin ingot melalui proses peleburan di unit smelting.

Menurut ketentuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), hilirisasi timah secara formal sebenarnya selesai pada tahap ini: dari mineral menjadi logam. Namun, berbeda dengan banyak komoditas lain yang baru sampai di tahap smelter, timah justru melangkah lebih jauh.

“Kalau di ESDM, hilirisasi itu berhenti di logam timah. Tapi kami melangkah lebih jauh lagi. Dari logam, kami hasilkan produk stabilizer dan solder yang sudah merupakan produk akhir,” ujar Direktur Utama PT Timah Industri, Ria Pawan Wardani di PT Timah Industri, Cilegon Banten, Jawa Barat pada Rabu, 15 Oktober 2025.

Langkah itu dijalankan sepenuhnya oleh anak usaha PT Timah sendiri, bukan diserahkan ke pihak luar. Artinya, rantai industri timah dari tambang, peleburan, hingga manufaktur produk kimia dan solderseluruhnya berada dalam satu ekosistem nasional yang terintegrasi.

Dari Bangka, logam timah murni dikirim secara rutin ke kawasan industri Cilegon. Di sinilah PT Timah Industri memproses logam tersebut menjadi berbagai produk turunan bernilai tinggi bak dapur. Sejak 2010, perusahaan ini telah mengoperasikan pabrik Methyl Tin Stabilizer, diikuti oleh fasilitas Stannic Chloride Plant dan Intermediate Plant yang rampung pada 2015.

Hasilnya adalah rangkaian produk kimia berbasis timah dengan merek BANKASTANNIC , BANKASTAB dan BANKAESA. Produk-produk ini menjadi komponen penting dalam industri plastik, cat, resin, pelapis otomotif, dan material elektronik.

Produk unggulan sepertiBANKASTAB Tin One Pack Series dirancang ramah lingkungan—tanpa timbal atau lead-free dan digunakan sebagai heat stabilizer untuk bahan PVC. Manajemen menjelaskan, formulasinya mendukung pengembangan produk plastik modern yang lebih hijau dan tahan lama.

Selain lini kimia, PT Timah Industri juga memproduksi solder dengan tingkat kemurnian hingga 99 persen, dalam berbagai bentuk seperti kawat atau solder wire , batangan atau solder bar dan serbuk atau solder powder. 

Produk tersebut digunakan di berbagai industri strategis mulai dari perangkat komunikasi, elektronik, otomotif, alat kesehatan, hingga permesinan industri berat.

Menurut Ria, setiap satu ton logam timah yang diolah di pabrik Cilegon dapat menghasilkan hingga lima ton produk turunan kimia berbasis timah. “Dari satu ton logam, kami bisa hasilkan lima ton produk turunan. Itu bukti nyata nilai tambah hilirisasi kami,” ujarnya.

Proses pengiriman bahan baku dilakukan beberapa kali dalam sebulan dari Bangka ke Cilegon, memastikan pasokan logam timah murni selalu terjaga untuk mendukung operasi pabrik yang berkelanjutan. Pola pasok ini menjadi contoh integrasi rantai nilai industri logam nasional dari hulu ke hilir yang efektif dan efisien.

Lebih dari sekadar produksi, hilirisasi timah juga memberikan efek berantai bagi ekonomi nasional. Dengan mengolah logam timah menjadi produk turunan, PT Timah Industri berhasil memperluas pasar ekspor, memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok industri global, dan meningkatkan nilai tambah dalam negeri secara signifikan.

Ria menegaskan saat ini industri penyerap bahan baku olahannya masih didominasi oleh permintaan asing yakni 95 persen. Sedangkan domestik hanya mampu menyerap 5 persen saja.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait