KABARBURSA.COM - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka kembali suspensi—penghentian sementara perdagangan—atas tiga saham: PT Black Diamond Resources Tbk (COAL), PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO), dan PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY).
PH Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Danny Yuskar Wibowo, menyatakan bahwa dengan pencabutan suspensi tersebut, investor kembali dapat memperdagangkan ketiga saham itu di pasar reguler maupun pasar tunai mulai sesi I pada 4 Desember 2025.
Di sisi lain, Adi Pratomo Aryanto, Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 BEI, mengungkapkan bahwa suspensi perdagangan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) justru diperpanjang di seluruh pasar setelah perusahaan menunda pembayaran bunga obligasi serta pendapatan bagi hasil sukuk ke-19 yang semestinya jatuh tempo pada 3 Desember 2025.
Penundaan itu mencakup Obligasi Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap II Tahun 2021 Seri A-C dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap II Tahun 2021 Seri A-C.
Melalui pernyataan resmi, BEI menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan langkah protektif demi menjaga kepentingan investor. Penundaan pembayaran ini sekaligus menjadi sinyal adanya gangguan pada kelangsungan usaha perseroan.
Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Bursa memutuskan untuk melanjutkan penghentian sementara perdagangan efek WIKA hingga adanya pengumuman berikutnya, sebagaimana tercantum dalam keterbukaan informasi publik BEI.(*)