Market Hari Ini 31 Oct 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

COIN Catat EBITDA Rp100 Miliar, Transaksi Kripto Meledak 118 Persen

PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) membukukan EBITDA Rp100,7 miliar dan laba Rp41,1 miliar hingga kuartal III 2025.

COIN cetak EBITDA Rp100,7 miliar dan laba Rp41,1 miliar hingga Q3-2025, ditopang lonjakan transaksi derivatif kripto 118 persen di Bursa CFX.

Ilustrasi: Dua keping mata uang kripto (crypto) di depan sebuah layar monitor. (Foto: Unsplash/Pierre Borthiry)
Ilustrasi: Dua keping mata uang kripto (crypto) di depan sebuah layar monitor. (Foto: Unsplash/Pierre Borthiry)

KABARBURSA.COM – Emiten aset digital pertama di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), mencatat kinerja solid hingga kuartal III 2025. 

Perseroan membukukan EBITDA sebesar Rp100,7 miliar dan laba bersih Rp41,1 miliar, ditopang lonjakan aktivitas perdagangan aset kripto yang meningkat tajam sepanjang Juli–September 2025.

Total pendapatan COIN mencapai Rp204,6 miliar, melonjak sekitar 19 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain peningkatan pendapatan, perseroan juga memperbaiki struktur keuangan secara signifikan dengan menurunkan liabilitas jangka pendek dari Rp231,9 miliar menjadi Rp45,9 miliar per akhir September 2025. Arus kas operasi pun positif Rp99,6 miliar, menunjukkan pengelolaan keuangan yang semakin efisien.

Direktur Utama COIN Ade Wahyu mengatakan, performa kuat tersebut didukung oleh kondisi pasar aset kripto yang membaik, terutama pada kuartal ketiga tahun ini. 

“Kinerja solid perseroan didukung oleh volume transaksi aset kripto yang meningkat di pasar spot maupun derivatif kripto di Bursa CFX,” ujarnya di Jakarta, Kamis, 30 Oktober 2025.

Menurut Ade, porsi perdagangan derivatif kripto kini mencapai 28 persen dari total transaksi aset kripto di Bursa CFX, naik signifikan dibanding 17 persen pada kuartal sebelumnya. Kenaikan minat ini mencerminkan peningkatan kepercayaan investor terhadap produk derivatif milik anak usaha COIN.

Data internal menunjukkan nilai transaksi derivatif di Bursa CFX melonjak 118 persen dari Rp24,17 triliun di kuartal II menjadi Rp52,71 triliun pada kuartal III-2025. Secara kumulatif, total transaksi derivatif sepanjang Januari–September mencapai Rp86,25 triliun.

Selain pertumbuhan volume perdagangan, COIN juga masih memiliki kas Rp361,88 miliar per 30 September 2025, hasil dari penguatan likuiditas pasca penawaran umum perdana (IPO). Ade menilai posisi kas tersebut menjadi fondasi penting bagi ekspansi dan inovasi bisnis ke depan.

“Kami akan terus memperkuat portofolio usaha dan menangkap peluang baru untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Ade. 

“COIN juga berkomitmen mendukung operasional Bursa CFX dan Lembaga Kustodian ICC agar tetap transparan, inovatif, dan patuh pada prinsip tata kelola yang baik,” imbuhnya.

COIN merupakan perusahaan induk yang menaungi dua anak usaha utama, PT Central Finansial X (CFX) sebagai Bursa Aset Kripto pertama di Indonesia, dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) sebagai lembaga penyimpanan aset digital berizin OJK.

Namun, di tengah pencapaian tersebut, analis menilai kinerja COIN tetap perlu diuji keberlanjutannya mengingat lonjakan pendapatan masih sangat bergantung pada siklus pasar kripto global. 

Fluktuasi harga aset digital dan arah regulasi OJK maupun Bappebti akan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pendapatan dan profitabilitas perusahaan ke depan. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait