Market Hari Ini 18 Mar 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Cuaca Ekstrem Berpotensi Kerek Inflasi Maret 2024

Cuaca Ekstrem Berpotensi Kerek Inflasi Maret 2024
Cuaca Ekstrem Berpotensi Kerek Inflasi Maret 2024

KABARBURSA.COM - Cuaca ekstrem dan kejadian banjir yang melanda beberapa wilayah Indonesia membawa potensi kenaikan inflasi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 27 kejadian bencana alam di Indonesia dalam periode 19-25 Februari 2024.

Banjir menjadi kejadian paling dominan, mencapai 16 kejadian atau 59persen dari total bencana selama periode tersebut.

Musibah banjir, terutama di wilayah sentra produksi beras, dapat menyebabkan lonjakan harga pangan karena berpotensi gagal panen.

Ekonom Senior dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad, mengungkapkan bahwa beberapa wilayah terdampak langsung oleh banjir, terutama yang seharusnya sedang memasuki musim panen seperti wilayah Pantura dan Karanganyar, Jawa Tengah. "Musibah ini berdampak pada produksi panen dan berpotensi meningkatkan harga beras," katanya Senin 18 Maret 2024.

Tauhid juga menyoroti dampak dari gangguan produksi dan distribusi terhadap inflasi, terutama di bulan Ramadan ketika permintaan pangan biasanya meningkat. "Inflasi diperkirakan akan meningkat, mencapai sekitar 2,8persen-an, tetapi belum mencapai 3persen pada bulan April," jelas dia.

Ekonom lain, Nailul Huda dari Center of Economics and Law Studies (Celios), menambahkan bahwa gangguan distribusi barang-barang juga dapat meningkatkan inflasi, terutama pada jalur distribusi yang rawan seperti penyeberangan kapal laut.

"Perlu antisipasi dan mitigasi dari pemerintah terhadap perubahan iklim dan bencana banjir untuk menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi," katanya.

Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Eliza Mardian menyoroti pentingnya dukungan pemerintah dalam membenahi infrastruktur produktif, terutama dalam pengairan lahan pertanian.

Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti juga menekankan bahwa cuaca ekstrem dapat mempengaruhi produksi pangan, terutama pada bulan Maret dan April yang merupakan musim panen. "Inflasi masih harus dipantau lebih lanjut untuk melihat dampaknya pada bulan April, terutama menjelang bulan Ramadan, untuk memastikan stabilitas harga dan inflasi yang terkendali," pungkasnya.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait