Market Hari Ini 27 Mar 2024 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Tim Editorial

Cuan Bersih MITI Naik 212 persen Jadi Rp48 miliar pada 2023

Cuan Bersih MITI Naik 212 persen Jadi Rp48 miliar pada 2023
Cuan Bersih MITI Naik 212 persen Jadi Rp48 miliar pada 2023

KABARBURSA.COM - PT Mitra Investindo Tbk (MITI), perusahaan jasa pelayaran dan logistik, mencatatkan laba bersih yang menggembirakan dengan pertumbuhan mencapai 212 persen year on year (yoy), mencapai Rp47,89 miliar pada tahun 2023, naik dari Rp15,35 miliar pada tahun 2022.

Menurut Sekretaris Perusahaan MITI, Sugeng Wahono, kenaikan signifikan ini turut memberikan dampak positif pada laba per saham (EPS), yang naik sebesar 99,27 persen (yoy) dari Rp5,46 pada tahun 2022 menjadi Rp10,88 pada tahun 2023. Seperti keterangan resmi di Jakarta, 27 Rabu 2024.

Sugeng menjelaskan bahwa laba bersih perusahaan didorong oleh pendapatan yang meningkat 152 persen (yoy) menjadi Rp306,99 miliar pada tahun 2023, dibandingkan dengan Rp121,89 miliar pada tahun 2022.

Selaras dengan pertumbuhan pendapatan, EBITDA perusahaan juga meningkat sebesar 282,63 persen (yoy) menjadi Rp64,37 miliar pada tahun 2023, dari Rp16,82 miliar pada tahun 2022.

Pada tahun sebelumnya, MITI, bersama Sany South East Asia Ltd (SANY) dan Emas Fortuna Ltd (EFL), menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk mengeksplorasi bisnis Energi Baru Terbarukan (EBT) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau Solar Farm.

Untuk tahun ini, MITI akan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp30 miliar untuk pengadaan kapal guna meningkatkan pertumbuhan organiknya. Secara anorganik, MITI akan mencari mitra strategis untuk memanfaatkan peluang di pasar.

"Sejak 2021, dengan pencapaian positif yang terus meningkat, MITI berhasil membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham sebesar Rp1 per lembar pada tahun 2022 untuk tahun buku 2021, dan Rp1,5 per lembar pada tahun 2023 untuk tahun buku 2022," kata Sugeng.

Per 31 Desember 2023, total aset perusahaan mencapai Rp494,89 miliar atau mengalami peningkatan tipis sebesar 4,18 persen (yoy) dibandingkan dengan Rp475,03 miliar per 31 Desember 2022.

Total liabilitas perusahaan pada tanggal yang sama mencapai Rp59,09 miliar, sementara ekuitas bersihnya tercatat sebesar Rp435,79 miliar.

Peningkatan aset dan ekuitas pada tahun 2023 merupakan kelanjutan dari tren positif yang terjadi pada tahun 2022, sementara penurunan dalam kewajiban terkait dengan standarisasi dokumen penagihan dari pemasok yang mempercepat verifikasi dan pembayaran dokumen, ungkap Sugeng.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait