Market Hari Ini 27 Mar 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Cukai Rokok Anjlok, Setoran Bea Cukai Turun 3,2 Persen

Cukai Rokok Anjlok, Setoran Bea Cukai Turun 3,2 Persen
Cukai Rokok Anjlok, Setoran Bea Cukai Turun 3,2 Persen

KABARBURSA.COM - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat bahwa realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai hingga 15 Maret 2024 mencapai Rp 56,5 triliun, yang setara dengan 17,6persen dari target APBN 2024 sebesar Rp 321 triliun.

Meski demikian, terjadi penurunan sebesar 3,2persen YoY dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 58,4 triliun, terutama disebabkan oleh penurunan pada komponen cukai.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa setoran bea masuk hingga 15 Maret 2024 mencapai Rp 9,9 triliun, dengan kenaikan 0,2persen YoY. Hal ini terjadi seiring dengan meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang puasa dan lebaran.

Faktor-faktor seperti kenaikan impor, perubahan kurs Rupiah terhadap dolar AS, dan peningkatan penerimaan bea masuk dari komoditas utama seperti beras dan bangunan prapabrikasi juga berpengaruh terhadap kinerja tersebut.

Di sisi lain, realisasi penerimaan bea keluar mencapai Rp 3,3 triliun, meningkat 32,2persen YoY. Kenaikan ini dipengaruhi oleh faktor harga komoditas dan kebijakan pemerintah, seperti kebijakan relaksasi ekspor pada produk tertentu.

Penerimaan dari bea keluar produk sawit mengalami penurunan karena turunnya harga CPO sebesar 13,9persen YoY dan volume ekspor yang menurun sebesar 15,8persen YoY.

Sementara itu, setoran cukai menjadi kontribusi terbesar dalam penerimaan kepabeanan dan cukai, mencapai Rp 43,3 triliun. Namun, terjadi penyusutan sebesar 5,9persen seiring dengan penurunan produksi barang kena cukai (BKC), terutama hasil tembakau.

Penerimaan dari cukai hasil tembakau (CHT) sebesar Rp 41,7 triliun, mengalami penurunan sebesar 6,5persen YoY karena pola pelunasan yang maju dari Januari 2024 ke Desember 2023.

Sedangkan, penerimaan dari cukai minuman mengandung etil alkohol (MMEA) dan etil alkohol (EA) masing-masing sebesar Rp 1,5 triliun dan Rp 28 miliar, sejalan dengan aktivitas produksi.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait