Market Hari Ini 25 May 2026 Penulis: Harun Rasyid Editor: Uslimin Usle

DAAZ Didepak FTSE Russell, Saham Anjlok 67 Persen dalam Setahun

Keputusan FTSE Russell tersebut akan berlaku secara efektif mulai Senin 22 Juni 2026, setelah penutupan perdagangan 19 Juni mendatang.

PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) menjadi salah satu perusahaan yang dikeluarkan dari daftar indeks FTSE Global Equity Index Series (GEIS).

Didepak FTSE Russell, saham DAAZ merosot hingga tembus 67 persen. Foto: Daaz Group
Didepak FTSE Russell, saham DAAZ merosot hingga tembus 67 persen. Foto: Daaz Group

KABARBURSA.COM - PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) menjadi salah satu perusahaan yang dikeluarkan dari daftar indeks FTSE Global Equity Index Series (GEIS).

DAAZ yang tergolong saham micro cap, didepak dari lembaga pemeringkat indeks saham global FTSE Russell lantaran memiliki free float di bawah batas minimum.

Keputusan FTSE Russell tersebut akan berlaku secara efektif mulai Senin 22 Juni 2026, setelah penutupan perdagangan 19 Juni mendatang.

Dalam situs resmi perusahaan, PT Daaz Bara Lestari Tbk atau Daaz Group didirikan sejak 2009 sebagai perusahaan perdagangan komoditas mineral dan sumber daya yang mencakup bijih nikel, perdagangan bahan bakar, perdagangan batu bara, pengiriman barang, dan jasa pertambangan.

"Selama bertahun-tahun, kami telah berkembang pesat dan tumbuh menjadi pemain terkemuka di industri ini" tulis manajemen DAAZ dalam laman resminya.

DAAZ tercatat melakukan IPO (Initial Public Offering) di bursa saham nasional pada 11 November 2024. Saat itu, harga sahamnya diperdagangkan Rp880.

Pemegang saham terbesar DAAZ yakni PT Daaz Nusantara Abadi dengan kepemilikan 848,5 juta saham atau sebesar 42,49 persen.

Lalu ada Zainal Abidinsyah Siregar yang memiliki 339,4 juta saham atau 17 persen, dan masyarakat non warkat sebanyak 300 juta saham atau 15,01 persen.

Di bawahnya, saham DAAZ dimiliki dua komisaris yaitu Irawan Sastrotanojo dan Erwin Sutanto yang masing masing memegang saham sebanyak 254,55 juta atau 12,75 persen.

Daaz Group menaungi 21 anak perusahaan dari berbagai sektor usaha. Pada kategori commodities trading terdapat PT Nusantara Bara Lestari, PT Indo Lautan Energi, PT Niaga Nusantara Raya, PT Bara Makmur Dwitama, PT Bara Makmur Perkasa dan Daaz Energy Pte Ltd.

Sektor shipping atau pengiriman Daaz Group terdiri dari PT Aserra Logistik Indonesia, PT Pacifik Pelayaran Indonesia, PT Pelayaran Trans Nusantara, dan PT Trans Logistik Perkasa.

Untuk layanan pertambangan atau mining service, Daaz Group menaungi PT Bahana Selaras Alam dan PT Emerald National Mining.

Pada kategori lainnya, Daaz Group dalam situs resminya tercatat menaungi PT Perkasa Eka Cipta Investama, PT Intinikel Utama Investama, PT Bangun Nikel Nusantara, PT Pertiwi Makmur Abadi, PT Intinikel Timur Indonesia, PT Bara Mutiara Lestari, PT Indonesia Konawe Utara, PT Kalteng Mineral Resources dan PT Gapura Industri Mineral.

Pergerakan Saham DAAZ

Saham DAAZ mengalami tekanan sangat berat dalam sepekan terakhir. 

Dalam lima hari perdagangan, harga saham terkoreksi sekitar 27,7 persen hingga ditutup di level Rp1.475.

Penurunan ini mencapai level terendah baru dalam rentang 52 minggu pada level Rp1.445.

Sedangkan dalam periode bulanan, terkoreksi 37,87 persen dan anjlok 40,69 persen secara year to date (YTD). Kemudian jika dilihat secara tahunan, saham DAAZ tersungkur 67,23 persen. 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait