Market Hari Ini 08 Feb 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Daftar Saham Blue Chip Murah, Masih Layak di Koleksi

Daftar Saham Blue Chip Murah, Masih Layak di Koleksi
Daftar Saham Blue Chip Murah, Masih Layak di Koleksi

Beberapa saham dengan kapitalisasi besar telah menjadi penyebab penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang tahun ini. Namun, meskipun mengalami penurunan harga, beberapa saham tersebut masih memiliki valuasi yang rendah dan layak untuk dipertimbangkan.

Saham-saham dari Grup Barito, yang dimiliki oleh Prajogo Pangestu, menjadi saham-saham utama yang memberikan tekanan terhadap IHSG. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) adalah tiga saham emiten yang memiliki dampak signifikan terhadap penurunan IHSG sebesar 143,8 poin sejak awal tahun.

Selain itu, PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) masing-masing telah menekan IHSG sebesar 14,67 poin dan 13,05 poin sepanjang tahun 2024 ini.

Menurut Kepala Tim Riset Mirae Asset Sekuritas, Robertus Hardy, terjadi normalisasi imbal hasil terhadap saham-saham baru yang masuk ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham-saham baru seperti BREN dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kenaikan IHSG pada tahun 2023. "Valuasi saham-saham tersebut sudah cukup tinggi, sehingga investor cenderung mempertimbangkan ulang potensi imbal hasilnya dan beralih ke saham-saham blue chip," katanya, Kamis 8 Februari 2024

Robertus menjelaskan bahwa saat ini, investor lebih tertarik pada saham-saham blue chip yang telah teruji secara operasional dan finansial, dengan valuasi yang menarik. "Koreksi harga pada beberapa saham blue chip sepanjang tahun ini justru memberikan peluang bagi investor, karena membuat harga-harganya menjadi terdiskon," katanya.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait