Market Hari Ini 24 Feb 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Dana Asing Parkir di BUMI, Lepas Saham GOTO

BUMI mencatat net foreign buy 185 juta saham meski harga turun ke 286, sementara GOTO dibayangi net foreign sell 351 juta saham dengan harga bertahan di 61.

Asing beli bersih 185 juta saham BUMI dan jual bersih 351 juta saham GOTO. Harga BUMI turun ke 286, GOTO di 61 pada sesi siang.

Meskipun mencatatkan dana asing masuk yang cukup besar, namun saham BUMI masih dalam tekanan kuat. Begitu pula dengan GOTO. (Foto: AI untuk KabarBursa)
Meskipun mencatatkan dana asing masuk yang cukup besar, namun saham BUMI masih dalam tekanan kuat. Begitu pula dengan GOTO. (Foto: AI untuk KabarBursa)

KABARBURSA.COM – Pergerakan dana asing pada perdagangan Selasa, 24 Februari 2026, menunjukkan pola berbeda pada dua saham berkapitalisasi besar, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). 

Data Stockbit Sekuritas hingga sesi siang, menempatkan BUMI sebagai salah satu saham dengan net foreign buy terbesar. Sementara GOTO, berada di daftar net foreign sell teratas.

Pada BUMI, tercatat net foreign buy sebesar 185.455.300 saham. Angka tersebut berasal dari total foreign buy 368.245.000 saham dan foreign sell 182.789.700 saham. Dengan selisih beli bersih tersebut, aliran dana asing cenderung mengalir masuk ke saham sektor batu bara ini pada sesi pertama perdagangan.

Meski demikian, secara intraday, harga BUMI bergerak melemah. Hingga pukul 11.59 WIB, saham BUMI berada di level 286, turun 10 poin atau 3,38 persen dibanding penutupan sebelumnya di 296. 

Sepanjang sesi, harga dibuka di 296 dan sempat menyentuh level tertinggi 298 sebelum turun ke level terendah 286. Pergerakan ini menunjukkan tekanan jual intraday setelah pembukaan, meskipun akumulasi asing tercatat lebih besar dibanding penjualan.

Kapitalisasi pasar BUMI tercatat sekitar Rp106,20 triliun dengan rentang 52 minggu di antara 70 hingga 484. Pelemahan harga yang terjadi di tengah net foreign buy menunjukkan adanya distribusi dari pelaku pasar lain yang mengimbangi akumulasi asing pada sesi berjalan.

Berbeda dengan BUMI, saham GOTO mencatat net foreign sell sebesar 351.354.800 saham. Total foreign sell tercatat 820.839.300 saham, sementara foreign buy sebesar 469.484.500 saham. Selisih tersebut menempatkan GOTO sebagai salah satu saham dengan tekanan jual asing terbesar pada sesi siang.

Secara intraday, GOTO bergerak di level 61 atau turun 1 poin setara 1,61 persen dari penutupan sebelumnya di 62. Harga dibuka di 63 dan bergerak dalam rentang 61 hingga 63 sebelum bertahan di area 61 menjelang jeda siang. 

Kapitalisasi pasar GOTO tercatat sekitar Rp69,57 triliun dengan rentang 52 minggu antara 53 hingga 87.

Perbandingan pergerakan keduanya menunjukkan bahwa dana asing cenderung melakukan akumulasi bersih di BUMI dan melepas posisi di GOTO pada sesi pertama perdagangan. Di sisi harga, BUMI mengalami koreksi lebih dalam dibanding GOTO, sementara GOTO bergerak lebih terbatas dalam rentang sempit.

Pola ini memperlihatkan rotasi aliran dana asing antar saham sektor berbeda dalam satu sesi perdagangan. Arah pergerakan lanjutan akan bergantung pada kesinambungan arus dana tersebut pada sesi berikutnya serta respons pelaku pasar domestik terhadap perubahan komposisi transaksi asing di masing-masing saham.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait