Market Hari Ini 17 Jan 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Dapat Restu OJK, CIMB Niaga (BNGA) Dirikan BUS

OJK memberi lampu hijau pendirian Bank CIMB Niaga Syariah, sementara saham BNGA masih bergerak dalam fase konsolidasi di area 1.800, dengan pasar menguji kekuatan permintaan dan suplai.

BNGA mendapat izin prinsip OJK untuk mendirikan Bank Umum Syariah. Di pasar, sahamnya masih konsolidasi di area 1.800, belum memasuki fase breakout.

PT Bank CIMB Niaga Tbk. Foto: Dokumentasi BNGA.
PT Bank CIMB Niaga Tbk. Foto: Dokumentasi BNGA.

Daftar Isi

  1. 01 Gagal Breakout, BNGA Sedang Bangun Harga Baru

KABARBURSA.COM – PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) resmi mengantongi izin persetujuan prinsip dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendirikan Bank Umum Syariah (BUS). Hal ini terkait dengan rencana CIMB Niaga untuk memisahkan unit usaha syariahnya dan mendirikannya dengan nama PT Bank CIMB Niaga Syariah.

Surat izin sendiri telah diterbitkan OJK pada 14 Januari 2026. Dengan mengantongi surat tersebut, maka Perseroan dapat melanjutkan proses spin-off UUS untuk kemudian dijadikan sebagai BUS.

Mengutip keterbukaan informasi yang disampaikan kepada OJK Kamis, 15 Januari 2026, Direktur CIMB Niaga Fransiska Oei, mengatakan Langkah pemisahan UUS merupakan pemenuhan kewajiban sebagaimana diatur dalam Pasal 59 Peraturan OJK Nomor 12 Tahun 2023, tentang Unit Usaha Syariah.

Ketentuannya sendiri Sebagian telah dicabut melalui POJK Nomor 2 Tahun 2024, tentang Penerapan Tata Kelola Syariah bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah.

Berdasarkan ketentuan OJK, bank umum konvensional yang melakukan pemisahan UUS diwajibkan mengajukan permohonan izin usaha BUS hasil pemisahan, paling lambat enam bulan sejak persetujuan prinsip dterbitkan.

Adapun akta pemisahan yang dibuat oleh notaris menjadi salah satu dokumen persyaratan utama dalam pengajuan izin usaha tersebut.

Tidak hanya dari OJK, BNGA juga telah mendapat restu dari para pemagang saham lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), yang telah diselenggarakan pada 26 Juni lalu.

Gagal Breakout, BNGA Sedang Bangun Harga Baru

Sementara itu, dari penutupan perdagangan Kamis, 15 Januari 2025, BNGA ditutup di level 1.810, menguat 0,84 ersen dari penutupan sebelumnya. Rentang pergerakan hari itu relatif sempit, dengan harga terendah di 1.795 dan tertinggi di 1.820. 

Frekuensi transaksi tercatat lebih dari 1.000 kali, dengan total volume sekitar 55 ribu lot di sisi bid dan lebih dari 100 ribu lot di sisi offer. 

Struktur antrean bid–offer juga menarik. Penumpukan bid cukup tebal terlihat di area 1.810–1.800, sementara lapisan offer mulai menebal di atas 1.820 hingga 1.850. Ini menandakan bahwa pasar mengakui area 1.800 sebagai zona yang relatif “nyaman” untuk menampung permintaan.

Tetapi pada saat yang sama, mulai muncul suplai yang siap dilepas yaitu ketika harga mendekati 1.820 ke atas. 

Jika melihat grafik hariannya, setelah fase penurunan dari area atas di kisaran 1.900-an, BNGA sempat bergerak mendatar cukup panjang di area 1.650–1.720. Dari zona ini, harga perlahan membentuk pola pemulihan bertahap, bukan reli tajam. 

Kenaikan menuju 1.810 tidak disertai lonjakan volume ekstrem, melainkan melalui akumulasi yang relatif stabil.

Secara teknikal, area 1.800 kini berfungsi sebagai titik keseimbangan jangka pendek. Harga sudah beberapa kali menguji zona ini dan mampu bertahan. Namun, di sisi lain, area 1.820–1.850 terlihat sebagai zona yang mulai padat oleh suplai.

Karena itu, untuk pekan depan, arah pergerakan BNGA lebih tepat dibaca sebagai fase pengujian, bukan penentuan arah final. Jika harga mampu bertahan di atas 1.800 dengan volume yang tetap stabil, maka struktur pemulihan tetap terjaga. 

Namun, jika tekanan jual meningkat dan harga kembali turun ke bawah 1.790–1.780, maka itu akan mengindikasikan bahwa pasar belum siap melanjutkan proses kenaikan.

Dengan kata lain, BNGA saat ini tidak sedang berada di fase breakout, tetapi fase konsolidasi naik. Kenaikan kemarin bukan sinyal euforia, melainkan sinyal bahwa pasar sedang mencoba membangun lantai harga baru.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait