Market Hari Ini 11 May 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Dari EURO sampai INCO, ini Saham Paling Boncos Sepekan

Saham lapis dua dan tiga mendominasi daftar koreksi terdalam selama perdagangan 4–8 Mei 2026 dengan penurunan hingga 27 persen.

EURO memimpin daftar saham top losers sepekan. Berikut 10 saham dengan koreksi terdalam di BEI selama 4–8 Mei 2026.

EURO menjadi saham dengan koreksi terdalam selama perdagangan pekan 4–8 Mei 2026. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)
EURO menjadi saham dengan koreksi terdalam selama perdagangan pekan 4–8 Mei 2026. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)

KABARBURSA.COM – Sejumlah saham lapis dua dan tiga mengalami tekanan tajam selama perdagangan sepekan 4–8 Mei 2026. Saham EURO menjadi emiten dengan koreksi terdalam setelah anjlok lebih dari 27 persen dalam lima hari perdagangan.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Kabarbursa.com hingga penutupan Jumat, 8 Mei 2026, saham EURO ditutup di level 2.480 atau turun 27,27 persen dalam sepekan. Tekanan jual juga terlihat pada perdagangan harian terakhir ketika saham ini turun 9,82 persen.

Meski terkoreksi dalam jangka pendek, saham EURO sebenarnya masih mencatat kenaikan besar dalam periode lebih panjang. Dalam tiga bulan saham ini melonjak 290,55 persen, naik 679,87 persen dalam enam bulan, dan melesat 1.350,29 persen dalam satu tahun terakhir.

Kapitalisasi pasar EURO tercatat sebesar Rp6,32 triliun. Secara year to date (ytd), saham ini masih naik 853,85 persen.

Saham HBAT berada di posisi kedua daftar koreksi mingguan. Saham ini turun 26,48 persen dalam sepekan ke level 386 setelah melemah 9,81 persen dalam satu hari perdagangan.

Meski terkoreksi mingguan, HBAT masih mencatat penguatan 21,38 persen dalam satu bulan dan naik 757,78 persen dalam satu tahun. Kapitalisasi pasarnya tercatat Rp401,73 miliar.

PBSA juga masuk daftar saham paling tertekan pekan ini setelah turun 26,09 persen ke level 850. Dalam satu hari perdagangan saham ini melemah 10,99 persen.

Tekanan pada PBSA sudah terlihat dalam beberapa bulan terakhir. Saham ini turun 27,04 persen dalam satu bulan dan terkoreksi 35,36 persen dalam tiga bulan. Namun secara tahunan saham ini masih naik 133,52 persen dengan kapitalisasi pasar Rp2,55 triliun.

Saham ELPI ikut mengalami tekanan besar setelah ambles 24,35 persen dalam sepekan ke level 1.445. Pada perdagangan terakhir saham ini turun 15 persen dalam sehari.

Meski begitu, ELPI masih membukukan kenaikan 109,42 persen dalam enam bulan dan melonjak 312,86 persen dalam satu tahun. Kapitalisasi pasar saham ini mencapai Rp10,71 triliun.

BTEK menjadi saham berikutnya yang masuk daftar koreksi terdalam. Saham ini turun 21,43 persen dalam sepekan ke level 110.

Dalam satu bulan saham BTEK turun 26,67 persen dan terkoreksi 42,11 persen dalam tiga bulan. Namun secara tahunan saham ini masih menguat 83,33 persen dengan kapitalisasi pasar Rp509,05 miliar.

Saham INCO juga mengalami tekanan cukup dalam setelah turun 20,80 persen selama sepekan ke level 5.425. Pada perdagangan harian terakhir saham ini melemah 13,89 persen.

Koreksi mingguan tersebut membuat penguatan satu bulan INCO menyusut menjadi minus 12,50 persen. Meski demikian, saham ini masih naik 96,56 persen dalam setahun dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp57,18 triliun.

Saham BAPI terkoreksi 20,69 persen dalam sepekan ke level 23. Tekanan juga terlihat dalam satu bulan dan tiga bulan dengan penurunan masing-masing 20,69 persen.

Namun saham ini masih naik 187,50 persen dalam satu tahun terakhir. Kapitalisasi pasar BAPI tercatat Rp128,62 miliar.

Di kelompok berikutnya ada SDMU yang turun 20,63 persen dalam sepekan ke level 100. Meski terkoreksi mingguan, saham ini masih naik 28,21 persen dalam satu bulan dan menguat 300 persen dalam satu tahun.

Kapitalisasi pasar SDMU saat ini berada di level Rp225,07 miliar. Secara enam bulanan saham ini masih naik 66,67 persen.

CNKO juga masuk daftar saham paling merah pekan ini setelah turun 20,34 persen ke level 470. Saham ini turun 20,34 persen dalam satu bulan dan melemah 12,96 persen dalam tiga bulan.

Meski begitu, secara tahunan CNKO masih menguat 30,56 persen dengan kapitalisasi pasar Rp420,95 miliar.

Sementara itu, TOOL melengkapi daftar 10 saham dengan koreksi terdalam selama sepekan. Saham ini turun 19 persen ke level 81.

Menariknya, TOOL masih mencatat kenaikan 26,56 persen dalam satu bulan dan naik 32,79 persen dalam tiga bulan. Kapitalisasi pasarnya tercatat Rp166,05 miliar dengan penguatan tahunan 58,82 persen.(*)

KodeHarga1 Hari1 Pekan1 Bulan3 Bulan6 Bulan1 TahunYTDMarket Cap
EURO2.480-9,82%-27,27%-5,70%+290,55%+679,87%+1.350,29%+853,85%Rp6,32 T
HBAT386-9,81%-26,48%+21,38%-10,65%+64,96%+757,78%+3,21%Rp401,73 M
PBSA850-10,99%-26,09%-27,04%-35,36%-8,60%+133,52%-43,33%Rp2,55 T
ELPI1.445-15,00%-24,35%-26,09%-15,50%+109,42%+312,86%+80,62%Rp10,71 T
BTEK110-8,33%-21,43%-26,67%-42,11%-26,67%+83,33%-35,29%Rp509,05 M
INCO5.425-13,89%-20,80%-12,50%-11,07%+20,29%+96,56%+4,83%Rp57,18 T
BAPI23-4,00%-20,69%-20,69%-20,69%+4,55%+187,50%-14,81%Rp128,62 M
SDMU100-9,00%-20,63%+28,21%+16,28%+66,67%+300,00%-2,91%Rp225,07 M
CNKO470-9,62%-20,34%-20,34%-12,96%-24,19%+30,56%-26,56%Rp420,95 M
TOOL81-9,00%-19,00%+26,56%+32,79%+22,73%+58,82%+28,57%Rp166,05 M

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait