Market Hari Ini 20 Mar 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Delta Dunia Makmur (DOID) Target Overburden 630 Juta BCM

Delta Dunia Makmur (DOID) Target Overburden 630 Juta BCM
Delta Dunia Makmur (DOID) Target Overburden 630 Juta BCM

KABARBURSA.COM - PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), perusahaan jasa kontraktor penambangan batu bara dan mineral lainnya, menargetkan peningkatan volume pengupasan lapisan penutup atau overburden (OB) hingga mencapai 630 juta bank cubic meter (bcm) dalam tahun ini.

Direktur Delta Dunia Grup, Dian Andyasuri, menyatakan bahwa target ini dikejar setelah DOID mencatatkan rekor overburden removal pada tahun 2023 dengan peningkatan sebesar 14persen YoY, mencapai 621 juta bcm.

Dian menambahkan bahwa pihaknya optimis target tersebut dapat tercapai mengingat DOID sedang melakukan sejumlah langkah ramp up atau ekspansi di beberapa lokasi pertambangan yang telah menggunakan jasa mereka sebelumnya.

"Dalam bisnis kami di Indonesia, kontribusi terbesar berasal dari situs-situs kami di Bayan dan di Adaro yang terus memberikan hasil yang baik. Mereka masih terus berkembang," ungkap Dian dalam acara Media Briefing & Iftar Gathering Delta Dunia Group (DOID) di Jakarta Selatan, dikutip Rabu 20 Maret 2024.

Melirik laporan keuangan DOID, empat perusahaan besar memberikan kontribusi signifikan terhadap total pendapatan. PT Berau Coal berkontribusi sebesar 25persen, anak usaha Bayan Resource, PT Indonesia Pratama sebesar 19persen, dan PT Adaro Indonesia sebesar 12persen. Sementara dari Australia, sumbangan terbesar berasal dari BM Alliance Coal Operations Pty Ltd sebesar 11persen.

"Di situs lainnya, seperti di Berau, kami memprediksi akan stabil tahun ini dan produksi akan mulai menurun seiring waktu," tambahnya.

Dian menekankan bahwa secara keseluruhan, untuk situs-situs di Indonesia, DOID mengasumsikan volume batubara akan tetap stabil jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Di Australia, dengan adanya dua situs baru pada tahun 2023, DOID memperkirakan bisnis di sana juga akan tetap stabil dan terus berkembang.

"Dari segi belanja modal, tahun ini DOID mengalokasikan dana hingga US$ 190 juta. Penggunaan dana capex akan dibagi menjadi dua bagian, yaitu capex maintenance untuk perawatan aset dan capex growth untuk pertumbuhan perusahaan," tutupnya.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait