Market Hari Ini 21 Jul 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

DEWA Melejit ke Rp210, Momentum Breakout Semakin Terbuka

Saham DEWA naik 12,3 persen ke Rp210 dan bertahan di atas support kunci. Tren teknikal menguat, dengan target harga berikutnya berada di kisaran Rp240 hingga Rp282.

DEWA tembus Rp210 dengan sinyal teknikal kuat. Target selanjutnya Rp240–Rp282 bila tren positif bertahan. Peluang breakout lanjutan terbuka lebar.

Pekerja PR Darma Henwa Tbk. (Foto: Dok DEWA)
Pekerja PR Darma Henwa Tbk. (Foto: Dok DEWA)

KABARBURSA.COM - Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) kembali menarik perhatian pasar. Pada perdagangan Senin, 21 Juli 2025, saham DEWA melesat 12,3 persen dan ditutup di level Rp210. 

Kenaikan tajam ini bukan hanya menandai penguatan harga secara teknikal, tetapi juga mengonfirmasi kekuatan tren yang sedang terbentuk sejak awal Juli lalu.

Secara teknikal, level psikologis Rp200–206 kini menjadi titik tumpu penting. Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang untuk melanjutkan penguatan ke level berikutnya masih terbuka. 

Target jangka pendek yang kini dipantau pelaku pasar berada di kisaran Rp240, dengan proyeksi lanjutan menuju Rp282 berdasarkan ekstensi Fibonacci.

Sentimen positif ini juga tercermin dari indikator-indikator teknikal yang sejauh ini masih mendukung tren naik. Relative Strength Index (RSI) berada di kisaran 72, artinya saham memang sudah masuk area overbought, namun belum menunjukkan sinyal koreksi yang signifikan. 

Di sisi lain, indikator MACD masih mencatat sinyal beli, dan garis MACD-nya terus menjauh dari signal line, pertanda tren beli belum kehilangan momentum.

Beberapa indikator osilator seperti CCI dan Williams %R menunjukkan kondisi beli berlebih. Meski begitu, dalam konteks tren naik yang kuat, sinyal overbought semacam ini tidak selalu menjadi alarm koreksi, melainkan bisa menjadi bagian dari fase ekspansi harga.

Data dari moving average (MA) juga memperkuat pandangan ini. Mulai dari MA5 hingga MA200, seluruhnya menunjukkan sinyal beli. 

Harga saat ini sudah jauh berada di atas semua rata-rata pergerakan tersebut, yaitu suatu kondisi yang sering disebut sebagai golden alignment, yang menandakan arah tren sedang kuat dan dominan.

Dari sisi volume, transaksi juga mulai meningkat. Hal ini menjadi faktor penting karena kenaikan harga yang disertai volume besar menunjukkan bahwa pergerakan tersebut mendapat dukungan dari minat pasar yang riil, bukan sekadar spekulasi jangka pendek.

Di sisi pivot point, DEWA sudah melampaui beberapa level resistensi kunci. Jika tidak ada tekanan jual besar dalam waktu dekat, arah pergerakan bisa mengarah ke zona Rp240 dalam waktu singkat, dan bila tembus, bukan tidak mungkin harga menguji target ekstensi berikutnya di area Rp282.

Meski demikian, investor tetap disarankan berhati-hati terhadap potensi tarik napas jangka pendek, terutama setelah reli tajam seperti ini. Selama harga tidak jatuh kembali ke bawah support Rp200, tren naik masih dalam jalurnya.

Dengan struktur harga yang membaik dan dukungan teknikal yang kuat, DEWA kini menjadi salah satu saham yang paling diperhatikan pelaku pasar di sektor tambang. Pertanyaannya tinggal satu: apakah tren ini cukup kuat untuk membawa harga lebih tinggi, atau justru mulai memasuki fase konsolidasi?

Jawabannya akan tergantung pada kemampuan pasar mempertahankan momentum beli dan apakah katalis positif masih terus mengalir. Untuk sementara, DEWA masih di atas angin.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait