Market Hari Ini 21 Aug 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

DEWA Menarik untuk Pendekatan Momentum, tapi Tidak Jangka Panjang?

Saham DEWA rawan koreksi jika gagal bertahan di atas 236–238, namun berpotensi melanjutkan swing trading menuju 240–264, dengan teknikal dominan memberi sinyal beli.

DEWA berpotensi buy jika break 238 dengan target 240–264. Sinyal teknikal dominan bullish, namun valuasi mahal dan arus kas negatif perlu diwaspadai.

Aktivitas tambang PT Darma Henwa Tbk. Foto: Dok DEWA.
Aktivitas tambang PT Darma Henwa Tbk. Foto: Dok DEWA.

Daftar Isi

  1. 01 Fundamental Penuh Catatan Penting

KABARBURSA.COM - Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) kembali mencuri perhatian investor setelah BCA Sekuritas memberikan pandangan bahwa emiten ini rawan koreksi jangka pendek, namun tetap menyimpan potensi menarik untuk swing trading. 

Level kunci yang menjadi perhatian ada di 236–238, di mana keberhasilan harga menembus dan bertahan di atas area ini berpotensi membuka jalan menuju resistensi 240–250 dan bahkan 254–264. 

Sebaliknya, kegagalan bertahan di level tersebut bisa memicu koreksi menuju support terdekat di kisaran 224–226.

Dari sisi teknikal, mengutip Investing, Kamis, 21 Agustus 2025, sinyal untuk DEWA cenderung positif. Indikator-indikator utama memberi rangkuman “sangat beli.” Relative Strength Index (RSI) berada di 59,4 yang masih sehat di area netral-bullish, sementara MACD menunjukkan tren naik. 

ADX di 23,9 juga memberi tanda tren sedang terbentuk, meski belum sepenuhnya kuat. Mayoritas moving average, mulai dari MA5 hingga MA200, berada di zona beli, menandakan momentum penguatan jangka pendek hingga menengah masih terjaga. 

Meskipun ada indikator osilator seperti Stochastic dan Ultimate Oscillator yang memberi sinyal jual, dominasi indikator tren masih condong ke arah bullish, sehingga peluang kenaikan tetap lebih besar.

Fundamental Penuh Catatan Penting

Fundamental perusahaan, bagaimanapun, masih menyimpan catatan penting. Rasio price to earnings (PE) TTM berada di level 55,49, jauh lebih tinggi dibanding median IHSG yang hanya 8,75. Dalam catatan Stockbit, valuasi yang mahal ini menggambarkan bahwa saham DEWA diperdagangkan dengan premium, sehingga investor harus menyadari risiko overvaluasi. 

Earnings yield yang hanya 1,8% juga relatif rendah dibandingkan rata-rata pasar. Namun, dari sisi pertumbuhan, kinerja keuangan menunjukkan perbaikan signifikan. Laba bersih kuartal II 2025 tercatat Rp99 miliar, tumbuh tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Secara TTM, laba bersih mencapai Rp170 miliar dengan margin bersih 6,5 persen. Lebih jauh, pertumbuhan pendapatan kuartalan mencapai 3,83 persen secara tahunan, sementara laba bersih melonjak lebih dari 1.400 persen.

Dari sisi kesehatan keuangan, struktur permodalan DEWA relatif terkendali. Debt-to-equity ratio berada di 0,48, level yang masih aman, dengan rasio lancar 1,02 yang menandakan kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek masih memadai. 

Kendati demikian, arus kas bebas (free cash flow) masih negatif, mencatatkan minus Rp1,39 triliun secara TTM, yang bisa menjadi perhatian investor karena menggambarkan kebutuhan belanja modal yang cukup besar. 

Altman Z-Score di level 1,05 juga memberi peringatan dini mengenai kerentanan solvabilitas, sehingga risiko fundamental belum sepenuhnya hilang.

Bagi investor, kondisi ini menunjukkan adanya dualitas. Dari sudut pandang teknikal, saham DEWA menarik untuk trading jangka pendek hingga menengah, khususnya jika mampu menembus level psikologis 238. 

Potensi swing trading bisa dimanfaatkan dengan target jangka pendek di 240–250 dan target lanjutan di 254–264. Namun dari sisi fundamental, valuasi yang mahal dan arus kas bebas yang masih negatif menuntut kehati-hatian bagi investor jangka panjang.

Kesimpulannya, DEWA layak dipertimbangkan sebagai saham trading dengan pendekatan momentum, bukan untuk investasi jangka panjang. Sinyal teknikal mendukung potensi kenaikan selama support 236–238 mampu dipertahankan, tetapi investor perlu disiplin pada level stop loss di bawah 224–226 untuk mengantisipasi skenario terburuk. 

Bagi investor yang berorientasi jangka panjang, menunggu perbaikan kinerja arus kas dan valuasi yang lebih wajar akan menjadi langkah yang lebih bijak.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait