Market Hari Ini 07 Jun 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Diborong Internal, Asing Masih Ragu BRMS: Apa Strategi Terbaik Besok?

Direksi BRMS kompak menambah kepemilikan saham di tengah koreksi tajam, tetapi investor asing belum menunjukkan akumulasi yang konsisten. Simak strategi trading BRMS untuk perdagangan berikutnya.

Direksi BRMS kompak membeli saham saat harga turun 15 persen. Simak analisis investor asing, teknikal BRMS, dan strategi buy on weakness.

Sejak awal Juni, BRMS terus meluncur dari 605 di awal pekan menjadi 510 pada penutupan perdagangan terakhir atau turun sekitar 15 persen. (Foto: dok BRMS)
Sejak awal Juni, BRMS terus meluncur dari 605 di awal pekan menjadi 510 pada penutupan perdagangan terakhir atau turun sekitar 15 persen. (Foto: dok BRMS)

Daftar Isi

  1. 01 Peluang Technical Rebound Masih Ada

KABARBURSA.COM – Aksi penyelamatan nampak jelas pada pergerakan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Aksi internal, baik dari jajaran direktur hingga dewan komisaris, yang memborong saham di level rendah, menarik diperhatikan.

Sejak awal Juni, harga terus meluncur dari 605 di awal pekan menjadi 510 pada penutupan perdagangan terakhir atau turun sekitar 15 persen.

Salah satunya adalah Direktur BRMS sekaligus Direktur PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Adrian Wicaksono. Pada 2 hingga 3 Juni 2026, Adrian mengakumulasi 810 ribu lembar saham BRMS melalui tiga transaksi di harga 580, 530, dan 500 per saham. 

Langkah tersebut menambah daftar jajaran direksi yang memiliki saham BRMS, setelah sebelumnya Charles Daniel Gobel menguasai 1,35 juta lembar dan Herwin Wahyu Hidayat memiliki sekitar 2,32 juta lembar.

Aksi insider buying seperti ini umumnya dipandang sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap prospek jangka menengah hingga panjang. Mereka tentu memiliki pemahaman yang lebih dalam mengenai perkembangan bisnis, proyek, maupun potensi fundamental BRMS.

Namun, pasar tidak seoptimis itu. Jika melihat data transaksi empat hari terakhir, investor asing justru masih menunjukkan sikap yang lebih berhati-hati. 

Pada 3 Juni sempat terjadi net foreign buy sebesar Rp35,07 miliar, tetapi sehari sebelumnya asing mencatat net sell Rp42,25 miliar dan pada 4 Juni kembali melepas saham senilai Rp13,96 miliar.

Baru pada 5 Juni muncul sedikit perubahan arah, di mana Foreign Buy mencapai Rp54,83 miliar sementara Foreign Sell Rp50,55 miliar sehingga menghasilkan net foreign buy sekitar Rp4,29 miliar. Nilai tersebut memang positif, tetapi masih terlalu kecil untuk disebut sebagai gelombang akumulasi yang kuat.

Artinya, saat insider mulai berani mengambil posisi, investor institusi asing masih memilih mengamati pergerakan harga sambil menunggu tekanan jual mereda.

Peluang Technical Rebound Masih Ada

Dari sisi teknikal, kondisi tersebut juga masih sejalan dengan proyeksi bahwa BRMS sedang memasuki fase awal wave 4 dari wave (C), yaitu fase koreksi yang biasanya diwarnai volatilitas tinggi sebelum membentuk fondasi kenaikan berikutnya.

Level 510 menjadi area psikologis yang cukup penting karena merupakan harga penutupan terakhir sekaligus batas atas area akumulasi. Selama harga masih bertahan di kisaran 494-510, peluang terjadinya technical rebound masih terbuka.

Investor juga perlu memperhatikan bahwa volume transaksi turun menjadi 2,31 juta lot dari 4,41 juta lot sehari sebelumnya. Penurunan volume ini menunjukkan tekanan jual mulai berkurang, meski belum sepenuhnya hilang. 

Kondisi tersebut berpotensi menjadi sinyal awal bahwa fase distribusi mulai mereda, tetapi konfirmasi pembalikan tren masih membutuhkan masuknya volume beli yang lebih besar.

Untuk perdagangan besok, MNS Sekuritas melihat strategi yang lebih rasional adalah tetap menggunakan pendekatan buy on weakness di area 494-510, bukan mengejar harga saat pembukaan perdagangan.

Apabila BRMS mampu mempertahankan area support tersebut dan diikuti peningkatan volume serta net foreign buy yang lebih konsisten, peluang menuju target teknikal 610 hingga 660 akan semakin terbuka.

Sebaliknya, jika tekanan jual kembali mendominasi hingga harga turun di bawah 482, maka skenario koreksi masih berlanjut sehingga disiplin menjalankan stop loss menjadi langkah yang perlu diutamakan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait