Market Hari Ini 23 Dec 2025 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Moh. Alpin Pulungan

Dihantui Tekanan Jual Jelang Natal, Berikut Daftar Top Loser Saham

IHSG turun 65 poin ke 8.580,24 pada 23 Desember 2025. Tekanan jual menekan berbagai sektor. Saham APIC, DSSA, hingga RSCH masuk daftar top loser hari ini.

IHSG ditutup turun 0,76 persen ke 8.580,24 pada 23 Desember 2025. Saham APIC, DSSA, COAL, dan RSCH jadi top loser. Tekanan jual menjelang Natal masih tinggi.

Aktivitas di papan pantau Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com
Aktivitas di papan pantau Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Tekanan jual masih membayangi perdagangan Bursa Efek Indonesia hingga menjelang natal ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melemah 65,60 poin atau turun 0,76 persen ke level 8.580,24 pada Selasa, 23 Desember 2025.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif dengan level tertinggi di 8.667,73 dan terendah di 8.567,00. Nilai transaksi pasar secara keseluruhan mencapai Rp22,17 triliun dengan volume perdagangan 352,46 juta lot dari 2,69 juta transaksi.

Sejalan dengan pelemahan indeks, sejumlah saham mencatatkan koreksi tajam dan masuk dalam daftar 10 saham peringkat terbawah hari ini. Tekanan terjadi lintas sektor, mulai dari energi, pertambangan, kesehatan, hingga konsumsi.

Saham PT Pacific Strategic Financial Tbk dari sektor jasa keuangan dengan kode emiten APIC menjadi salah satu top loser setelah turun 70 poin atau melemah 4,38 persen ke level 1.530. Pelemahan saham ini terjadi di tengah nilai transaksi yang relatif aktif mencapai Rp95,66 miliar.

Dari sektor pertambangan batu bara, saham PT Black Diamond Resources Tbk berkode COAL ditutup melemah 4 poin atau turun 4,30 persen ke harga 89. Tekanan jual pada saham COAL terjadi seiring aksi profit taking investor setelah pergerakan saham yang volatil dalam beberapa waktu terakhir.

Saham PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk dari sektor properti dan konstruksi dengan kode emiten RISE juga masuk jajaran terbawah. Saham ini turun 375 poin atau terkoreksi 4,21 persen ke level 8.525, mencerminkan tekanan lanjutan pada saham-saham berkapitalisasi menengah.

Dari sektor energi terintegrasi, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk dengan kode emiten DSSA mengalami penurunan 4.575 poin atau melemah 4,14 persen ke level 105.825. Nilai transaksi saham DSSA tercatat cukup besar, menandakan distribusi saham masih berlangsung di tengah pelemahan pasar.

Tekanan juga terjadi pada saham PT Gunung Raja Paksi Tbk dari sektor industri logam dasar dengan kode emiten GGRP. Saham ini turun 12 poin atau melemah 4,14 persen ke level 278, seiring sentimen negatif terhadap saham-saham manufaktur berbasis komoditas.

Saham sektor kesehatan PT Charlie Hospital Semarang Tbk berkode RSCH ikut terkoreksi 18 poin atau turun 4,13 persen ke harga 418. Pelemahan ini menunjukkan tekanan jual belum sepenuhnya mereda pada saham layanan kesehatan.

Dari sektor distribusi dan perdagangan, saham PT LCK Global Kedaton Tbk dengan kode emiten LCKM melemah 12 poin atau turun 4,11 persen ke level 280. Aktivitas jual masih mendominasi pergerakan saham ini sepanjang sesi perdagangan.

Sementara itu, saham PT Transkon Jaya Tbk dari sektor logistik dan transportasi dengan kode emiten TRJA turun 7 poin atau melemah 4,05 persen ke harga 166, mencerminkan tekanan pada saham logistik seiring pelemahan pasar secara umum.

Saham PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk dari sektor layanan kesehatan dengan kode emiten DGNS juga masuk daftar saham terbawah setelah terkoreksi 8 poin atau turun 4,00 persen ke level 192.

Daftar saham top loser hari ini mencerminkan sentimen pasar yang masih berhati-hati, dengan investor cenderung melakukan aksi ambil untung dan mengurangi eksposur risiko menjelang akhir sesi perdagangan.

Pelemahan IHSG yang terjadi secara merata turut menekan pergerakan saham-saham di berbagai sektor, meski aktivitas transaksi masih tergolong aktif.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait