Market Hari Ini 03 Mar 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Dilusi 29 Persen, Saham RMKO Justru Terbang 25 Persen

Rights issue 512 juta saham berpotensi dilusi 29,06 persen, namun saham RMKO justru menyentuh ARA di Rp725 dengan antrean beli hampir 70 ribu lot pada sesi I.

RMKO ARA 25 persen ke Rp725 usai rights issue 512 juta saham. Potensi dilusi 29,06 persen, dana bidik Rp300 miliar.

Saham RMKO melesat, menyentuh ARA, usai perusahaan mengumumkan rencana right issue. (Foto: Dok Royaltama Mulia)
Saham RMKO melesat, menyentuh ARA, usai perusahaan mengumumkan rencana right issue. (Foto: Dok Royaltama Mulia)

KABARBURSA.COM – Saham PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) melonjak tajam pada perdagangan Selasa, 3 Maret 2026, di tengah pengumuman rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue yang berpotensi menimbulkan dilusi hingga 29,06 persen. 

Pada penutupan sesi I, saham RMKO melesat 25 persen ke level Rp725 dan menyentuh batas auto reject atas (ARA), setelah sebelumnya berada dalam tren penurunan selama tujuh hari berturut-turut.

Lonjakan ini terjadi di tengah rencana penerbitan sebanyak-banyaknya 512 juta saham baru. Jumlah tersebut setara hampir sepertiga dari total saham beredar saat ini apabila seluruhnya terserap. Dengan begitu, secara teoritis akan menambah basis saham dan menurunkan persentase kepemilikan pemegang saham eksisting yang tidak mengeksekusi haknya.

Sepanjang sesi I, sebanyak 591 ribu lot saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp42,2 miliar. Antrean beli di harga tertinggi tercatat mendekati 70 ribu lot, menunjukkan tekanan permintaan yang signifikan.

Pergerakan ini terjadi setelah saham RMKO sebelumnya terkoreksi hingga 43 persen dari level Rp1.000 pada 19 Februari 2026 ke posisi Rp580 sebelum akhirnya rebound pada perdagangan hari ini.

Manajemen menyampaikan bahwa dana hasil rights issue akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung kebutuhan modal kerja serta pengembangan usaha. Seluruh dana bersih setelah dikurangi biaya emisi direncanakan untuk modal kerja perseroan. 

Informasi lebih rinci, termasuk harga pelaksanaan dan rincian penggunaan dana, akan dituangkan dalam prospektus resmi. Perseroan juga akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 8 April 2026.

Dengan asumsi harga pelaksanaan mendekati harga penutupan sebelumnya di Rp580, potensi dana yang dapat dihimpun diperkirakan mencapai sekitar Rp300 miliar. Tambahan modal tersebut akan meningkatkan likuiditas dan kapasitas operasional, terutama dalam mendukung proyek kontraktor pertambangan dan penyewaan alat berat yang menjadi lini utama bisnis perseroan.

Pergerakan saham yang langsung terkunci di ARA terjadi bersamaan dengan pengumuman aksi korporasi tersebut. Sebelumnya, saham RMKO berada dalam fase konsolidasi setelah reli singkat ke atas Rp1.000, kemudian terkoreksi tajam hingga mendekati Rp580. 

Momentum kenaikan hari ini muncul di tengah ekspektasi pasar terhadap penguatan struktur permodalan melalui rights issue.

Dengan potensi dilusi hampir 30 persen, perhatian pasar berikutnya akan tertuju pada harga pelaksanaan, tingkat partisipasi pemegang saham, serta realisasi penggunaan dana dalam menopang kinerja operasional. 

Dinamika harga pada sesi perdagangan menunjukkan respons cepat pelaku pasar terhadap aksi korporasi, sementara arah pergerakan selanjutnya akan bergantung pada detail pelaksanaan dan perkembangan sektor pertambangan yang menjadi basis usaha perseroan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait