Market Hari Ini 30 May 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Pramirvan Datu

Diramal Bergerak Positif di Q2-2025, ini Rekomendasi Analis untuk MDKA

Faktor utama pendongkrak pertumbuhan kinerja emiten ini yaitu stabilitas harga emas dan katalis positif dari nikel.

MDKA diprediksi cetak kinerja positif kuartal II 2025 didorong harga emas stabil, permintaan nikel naik, dan progres proyek Pani serta TB Gold.

Nikel dan emas jadi dua produksi andalan MDKA untuk kinerja positif. (Foto: Ilustrasi)
Nikel dan emas jadi dua produksi andalan MDKA untuk kinerja positif. (Foto: Ilustrasi)

KABARBURSA.COM - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) diprediksi akan membukukan kinerja positif pada kuartal II 2025 karena bakal diselimuti beberapa sentiment positif. 

Analis Stocknow.id Abdul Haq Al Faruqy Lubis mengatakan, MDKA berpotensi mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan dari segi top dan bottom line emiten. 

Adapun salah satu faktor utama pendongkrak pertumbuhan kinerja emiten ini yaitu stabilitas harga emas dan katalis positif dari nikel. 

"Yang berpotensi masih akan berada pada level kisaran USD3.000 - USD3.400 per t.oz, serta kontribusi dari segmen nikel yang akan meningkat pada kuartal II 2025 akibat dari permintaan akan nikel yang naik pada periode tersebut," kata Abdul kepada KabarBursa.com, Jumat, 30 Mei 2025.

Namun begitu, Abdul menyebut adanya tekanan dalam pelemahan mata uang rupiah menjadi beban kurs yang akan ditanggung oleh MDKA. Sebab, kata dia, penjualan MDKA pada tahun 2024 ditopang oleh ekspor yang lebih tinggi dibandingkan penjualan domestik. 

Kendati demikian, Abdul tetap optimistis kondisi ini bisa dihadapi MDKA jika perusahaan mampu meningkatkan produksi serta penjualan nikel pada kuartal II 2025.

"Hal ini juga sejalan dengan proyeksi permintaan nikel pada tahun 2025 meningkat sebesar 6,9 persen yang didorong oleh ekspansi sektor energi bersih dan produksi baja nirkarat," ungkapnya. 

Dari segi saham, Abdul merekomendasikan MDKA “buy” dengan target Rp2400 dan SL di level Rp1.880 dalam jangka waktu menengah. Menurutnya, hal ini berpotensi ditopang oleh penguatan harga emas menjelang deadline penundaan tarif di Juli 2025 hingga potensi kinerja positif kuartal II 2025.

Pasar Respons Positif Kinerja MDKA yang Tumbuh Signifikan

Sebelumnya diberitakan, MDKA mencatatkan kinerja operasional yang solid pada kuartal I 2025. Emiten pertambangan ini berhasil membukukan peningkatan penjualan emas sebesar 27 persen secara kuartalan (quarter-on-quarter/qoq). Kenaikan volume ini turut mendorong pendapatan dari segmen emas melonjak hingga 44 persen.

Menurut CGS International (CGSI), marjin tunai emas MDKA mencapai USD1.825 per ton pada kuartal I 2025, meningkat 8 persen qoq seiring naiknya harga jual rata-rata (ASP) menjadi USD2.757 per ons dan turunnya biaya tunai sebesar 4 persen. 

Di sisi lain, marjin tunai tembaga turun tajam menjadi USD3.020 per ton atau 46 persen lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya karena naiknya biaya tunai, setelah pada kuartal IV 2024 perusahaan memanfaatkan bijih Lerokis yang tidak dikenai biaya

Secara total, MDKA mencatat marjin tunai sebesar USD108 juta pada kuartal IV 2024, turun 14 persen qoq. Namun segmen emas tetap menjadi kontributor terbesar berkat efisiensi dan harga jual yang menguntungkan.

Progres ekspansi MDKA menunjukkan tren positif di tiga proyek utama. Pada proyek Pani Gold, proses heap leach telah mencapai 49 persen hingga Maret 2025. Perusahaan tetap mempertahankan target produksi pertama dari tambang ini pada tahun 2026.

Proyek Tujuh Bukit Gold (TB Gold) juga mencatat kemajuan penting dengan perpanjangan umur tambang hingga tahun 2030. Tidak hanya memperpanjang siklus produksi, biaya tambang pun berhasil ditekan sekitar 23 persen dibandingkan periode sebelumnya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait