Market Hari Ini 27 Feb 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Diskriminasi Taliban Terhadap Perempuan Terus Dikecam PBB

Diskriminasi Taliban Terhadap Perempuan Terus Dikecam PBB
Diskriminasi Taliban Terhadap Perempuan Terus Dikecam PBB

KABARBURSA.COM-Lebih dari sepertiga anggota Dewan Keamanan (DK) PBB kompak menuntut agar Taliban membatalkan semua kebijakan yang menindas dan mendiskriminasi wanita.

Dalam pernyataan bersama, 11 dari 15 anggota DK PBB mengutuk penindasan yang dilakukan Taliban terhadap perempuan dan anak perempuan sejak mereka mengambil alih kekuasaan Afghanistan pada Agustus 2021.

Bersamaan dengan itu, mereka juga meminta agar perempuan ditempatkan setara dalam kehidupan publik, politik, ekonomi, budaya dan sosial, terutama di semua tingkat pengambilan keputusan.

Pernyataan tersebut dibacakan oleh Duta Besar Guyana untuk PBB, Carolyn Rodrigues-Birkett, pada hari Senin 26 Februari 2024.

Melansir AP News, kesebelas anggota DK PBB yang mendukung pernyataan tersebut adalah Ekuador, Prancis, Guyana, Jepang, Malta, Sierra Leone, Slovenia, Korea Selatan, Swiss, Inggris, dan Amerika Serikat.

Semuanya sepakat bahwa perdamaian di Afghanistan hanya bisa terwujud jika proses politiknya inklusif dan hak asasi seluruh warga Afghanistan dihormati termasuk perempuan dan anak perempuan.

Sementara itu, empat anggota yang tidak menandatangani pernyataan tersebut adalah Rusia, China, Mozambik, dan Aljazair.

Pemerintahan Taliban di Afghanistan masih belum diakui oleh negara mana pun. Tahun lalu, utusan PBB untuk Afghanistan memperingatkan kepada Taliban bahwa pengakuan internasional hampir tidak mungkin mereka dapatkan, kecuali mereka mencabut pembatasan terhadap perempuan.

Taliban bahkan melarang anak perempuan di atas kelas enam untuk mendapat pendidikan.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengatakan bahwa telah ada konsensus mengenai persyaratan bagi Afghanistan agar bisa diintegrasikan ke dalam komunitas internasional.

Salah satunya adalah Afghanistan tidak boleh menjadi sarang kegiatan teroris yang berdampak pada negara lain.

"Untuk mencapai tahap akhir ini, sarang kegiatan teroris yang berdampak pada negara lain. Lembaga-lembaganya harus mencakup beragam kelompok termasuk Uzbek, Tajik, Pashtun dan Hazara, dan hak asasi manusia harus dihormati terutama hak-hak perempuan dan anak perempuan," kata Guterres dalam sebuah pertemuan tertutup tentang Afghanistan di Doha, Qatar, pada 18-19 Februari lalu.

Selain tidak mendapatkan pengakuan secara politik, Afghanistan juga tidak terintegrasi dalam institusi global dan ekonomi global.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait