Market Hari Ini 01 Jun 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Ditarget Tinggi Harga Malah Rontok, Masuk UNTR di Area Berapa?

Mayoritas analis masih memberi rating buy untuk UNTR dengan target hingga Rp42.000. Namun tekanan jual di akhir Mei membuat area 22.900 jadi sorotan trader.

UNTR turun 3,68 persen di akhir Mei meski target analis masih tinggi. Pasar mulai mencermati area 22.900 jelang awal Juni 2026.

Rata-rata target harga UNTR berada di level Rp33.025 dengan estimasi tertinggi Rp42.000 dan target terendah Rp27.500. (Foto: dok UNTR)
Rata-rata target harga UNTR berada di level Rp33.025 dengan estimasi tertinggi Rp42.000 dan target terendah Rp27.500. (Foto: dok UNTR)

Daftar Isi

  1. 01 Aktivitas beli Tebal di Area Bawah

KABARBURSA.COM – PT United Tractors Tbk (UNTR) menutup perdagangan akhir Mei 2026 dengan tekanan cukup tajam setelah turun 3,68 persen ke level 22.925. Koreksi tersebut terjadi ketika pasar sebenarnya masih dipenuhi ekspektasi positif terhadap saham alat berat dan tambang milik grup Astra tersebut.

Tekanan jual muncul di tengah mayoritas analis masih mempertahankan rekomendasi positif terhadap UNTR. Berdasarkan konsensus terbaru, sebanyak 20 analis memberikan rating buy, tujuh analis memberi rekomendasi hold, dan belum ada rekomendasi sell.

Target harga analis juga masih terpaut cukup jauh dibanding posisi pasar saat ini. Rata-rata target harga UNTR berada di level Rp33.025 dengan estimasi tertinggi Rp42.000 dan target terendah Rp27.500.

Jarak yang cukup lebar tersebut membuat perhatian pasar mulai terpecah. Sebagian pelaku pasar melihat koreksi akhir Mei sebagai peluang akumulasi, sementara sebagian lain mulai berhitung terhadap tekanan jangka pendek sektor komoditas dan pergerakan IHSG.

Pada perdagangan terakhir Mei, UNTR mencatat nilai transaksi sekitar Rp668,3 miliar dengan volume mencapai 289,48 ribu lot. Frekuensi transaksi berada di level 11.535 kali dengan rata-rata harga perdagangan di area 23.088.

Aktivitas beli Tebal di Area Bawah

Meski harga terkoreksi cukup dalam, aktivitas pembelian masih terlihat muncul di area bawah. Data transaksi menunjukkan nilai foreign buy mencapai Rp605,2 miliar, sementara foreign sell berada di kisaran Rp520 miliar.

Artinya, tekanan turun UNTR belum sepenuhnya disertai distribusi agresif. Arus beli masih muncul ketika harga mulai mendekati area psikologis 22.900.

Dari sisi orderbook, struktur antrean beli terlihat relatif solid di bawah harga penutupan. Bid mulai bertumpuk di area 22.925 hingga 23.500 meski supply tipis masih muncul di rentang 23.575–23.900.

Pasar kini mulai menyoroti area 22.575–22.925 sebagai zona penting untuk awal Juni. Area tersebut dinilai menjadi titik penentuan apakah UNTR mampu menjaga struktur rebound atau justru kembali melanjutkan tekanan koreksi.

Secara teknikal, sejumlah pelaku pasar mulai mempertahankan skenario trading buy selama harga masih bertahan di atas area 22.300. Jika area tersebut mampu dipertahankan, ruang kenaikan jangka pendek mulai terbuka menuju target 24.225 hingga 25.250.

Skenario trading buy adalah strategi masuk beli untuk jangka pendek ketika saham sedang berada di area support atau area harga yang dianggap mulai menarik untuk rebound.

Artinya, analis melihat saham belum tentu langsung naik kencang, tetapi ada peluang pantulan harga (technical rebound) sehingga trader bisa mulai masuk secara bertahap dengan risiko yang sudah dihitung.

Namun tekanan volatilitas komoditas global masih menjadi faktor yang diperhatikan pasar. Pergerakan harga batu bara, emas, dan sentimen terhadap sektor alat berat diperkirakan tetap memengaruhi arah saham UNTR dalam jangka pendek.

Awal Juni nanti menjadi fase penting untuk membaca apakah koreksi akhir Mei hanya sekadar profit taking sementara atau mulai menjadi sinyal pelemahan tren yang lebih panjang. Sebab hingga saat ini, pasar masih melihat UNTR sebagai salah satu saham dengan valuasi diskon dibanding rata-rata target analis.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait