Market Hari Ini 21 Aug 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Ditutup Menguat di Sesi I, BUY Saham TLKM?

Saham Telkom Indonesia (TLKM) ditutup menguat di sesi pagi, dengan sinyal teknikal mayoritas bullish. Indikator momentum dan tren jangka menengah menguatkan rekomendasi beli.

TLKM menguat di sesi pagi dengan sinyal teknikal bullish. Saham Telkom direkomendasikan buy, berpotensi uji level Rp3.300–3.350 dalam waktu dekat.

Gedung Telkom Indonesia di Jakarta. Foto: Dok KabarBursa.
Gedung Telkom Indonesia di Jakarta. Foto: Dok KabarBursa.

KABARBURSA.COM - Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengawali perdagangan sesi pagi dengan kinerja yang cukup meyakinkan. Ditutup di level Rp3.230, naik tipis 10 poin atau 0,31 persen dari penutupan sebelumnya, saham ini menunjukkan pergerakan yang konsisten di atas area support penting. 

Dalam rentang perdagangan hari ini, TLKM sempat bergerak antara Rp3.210 hingga Rp3.270 dengan nilai transaksi mencapai Rp70,5 miliar, menandakan likuiditas yang terjaga dan minat beli yang cukup solid dari pelaku pasar. 

Rata-rata harga (average) berada di Rp3.239, yang juga merefleksikan kestabilan pergerakan saham di tengah fluktuasi pasar.

Dari sisi teknikal, hampir seluruh indikator mendukung arah penguatan. Relative Strength Index (RSI) berada di level 64,19, menandakan momentum positif yang masih jauh dari area overbought. Indikator Stochastic dan MACD sama-sama memberi sinyal beli, dengan MACD mencatat perbedaan positif yang cukup lebar, mengindikasikan tren penguatan masih berlanjut. 

Average Directional Index (ADX) di level 44,4 menunjukkan tren yang kuat, sehingga kenaikan harga tidak hanya sekadar teknikal rebound, melainkan berpotensi membentuk tren berkelanjutan.

Indikator lainnya seperti Williams %R, CCI, hingga Ultimate Oscillator, semuanya memperlihatkan bias beli, memperkuat sinyal bullish. Sementara Stochastic RSI berada di area “jual berlebih”, justru dapat diartikan bahwa saham ini tengah beristirahat sejenak setelah reli singkat, namun belum kehilangan tenaga naiknya. 

Dari segi moving average, mayoritas mendukung posisi beli. MA jangka pendek hingga panjang (MA10, MA20, MA50, MA100, dan MA200) semuanya masih memberikan sinyal positif, menegaskan saham ini berada di atas tren kenaikan yang kokoh.

Level pivot juga memperlihatkan ruang kenaikan lebih lanjut. Support terdekat terlihat di Rp3.196, sementara resistance berada di kisaran Rp3.266–3.313. Dengan harga terakhir yang menutup di Rp3.230, Telkom berada di zona yang relatif aman dan berpeluang menguji level resistance terdekat dalam waktu dekat.

Menggabungkan pergerakan harga dengan indikator teknikal, saham TLKM saat ini memang layak mendapat rekomendasi “buy”. Momentum kenaikan didukung oleh tren jangka menengah hingga panjang yang sehat, sementara volatilitas yang tercatat tinggi justru memberi ruang lebih besar bagi potensi swing positif. 

Bagi investor jangka pendek, penguatan di atas level Rp3.266 akan menjadi sinyal lanjutan untuk masuk lebih agresif. Sedangkan bagi investor jangka panjang, posisi saat ini mencerminkan area akumulasi yang menarik, mengingat Telkom merupakan emiten dengan fundamental kokoh dan prospek bisnis digital yang terus berkembang.

Dengan kondisi ini, saham TLKM tidak hanya berhasil mencatat kenaikan tipis di sesi pagi, tetapi juga memperlihatkan fondasi teknikal yang kuat untuk melanjutkan reli. 

Rekomendasi yang paling relevan saat ini adalah “buy on strength”, dengan pandangan bahwa saham ini berpotensi menguji level psikologis berikutnya di area Rp3.300–3.350 dalam jangka pendek, sembari tetap menyimpan daya tarik bagi investor jangka panjang.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait