Market Hari Ini 10 Nov 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Ditutup Perkasa, WIRG Diramal Masih dalam Tren Bearish Jangka Pendek

BRI Danareksa Sekuritas, menyampaikan pergerakan saham WIRG secara jangka pendek masih dalam trend yang bearish.

BRI Danareksa Sekuritas, menyampaikan pergerakan saham WIRG secara jangka pendek masih dalam trend yang bearish.

Logo PT Wir Asia Tbk. Foto: dok WIRG.
Logo PT Wir Asia Tbk. Foto: dok WIRG.

Daftar Isi

  1. 01 Kinerja Kuartal III 2025

KABARBURSA.COM - Saham PT WIRG Asia Tbk (WIRG) ditutup menguat sebesar 9,35 persen atau meningkat 10 poin ke level 117 pada perdagangan Senin, 10 November 2025.

Meski ditutup perkasa, saham emiten di sektor teknologi tersebut diproyeksikan masih dalam kondisi melemah dalam waktu dekat.

BRI Danareksa Sekuritas, menyampaikan pergerakan saham WIRG secara jangka pendek masih dalam trend yang bearish.

"Namun, saat ini menguat setelah terjadi technical rebound dengan support di 102. Potensi kenaikan terdekat berada pada level 120 - 121," tulis BRI Danareksa dalam risetnya, Senin, 10 November 2025.

Dalam sepekan terakhir, WIRG terpantau menguat 11,43 persen. Secara year to date (ytd), saham ini telah mencatat kenaikan 39,29 persen, bergerak dari Rp70 di awal tahun menjadi Rp117 pada penutupan terakhir.

Dalam rentang enam bulan, penguatan bahkan mencapai 34,48 persen. Meski demikian, secara tiga tahun terakhir, WIRG masih mencatat penurunan 55 persen.

Kinerja Kuartal III 2025

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis, WIRG membukukan pendapatan bersih Rp1,95 triliun pada kuartal III 2025, atau naik  sebesar3,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu

Kenaikan pendapatan diikuti pertumbuhan laba yang lebih tinggi. WIRG membukukan laba bersih tahun berjalan Rp75,73 miliar, meningkat 16,5 persen dari Rp64,99 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp74,82 miliar, sementara porsi laba untuk kepentingan non-pengendali sebesar Rp904 juta.

Beban pokok pendapatan tercatat Rp1,72 triliun, hanya naik tipis dari Rp1,68 triliun pada 2024.
Kondisi ini mendorong laba kotor melonjak menjadi Rp230,66 miliar, naik 16 persen.(*)
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait