Market Hari Ini 09 May 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Dividen ASII 2025 dan Prospek Sahamnya dengan Yield Menarik

Rincian pembagian dividen ASII 2025 sebesar Rp406 per saham dan analisis sahamnya dari sisi yield, valuasi, dan performa pasar.

Dividen ASII 2025 sebesar Rp406 per saham. Analisis prospek saham ASII dengan yield tinggi yang menarik bagi investor ritel.

Menara Astra International. (Foto: Wikimedia Commons/MrRamChandra)
Menara Astra International. (Foto: Wikimedia Commons/MrRamChandra)

Daftar Isi

  1. 01 Analisis Dividen ASII dan Kesehatan Keuangan
  2. 02 Analisis Valuasi Saham ASII

KABARBURSA.COM - Para pemegang saham PT Astra International Tbk (ASII) menyetujui pembagian dividen tunai total sebesar Rp406 per saham, mencakup dividen interim senilai Rp98 yang telah dibayarkan pada 31 Oktober 2024, dan dividen final Rp308 yang akan dibayarkan pada 5 Juni 2025.  

Dividen ini berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2024 tanpa catatan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis, 8 Mei 2025. 

Pembayaran dividen final akan dilaksanakan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per 22 Mei 2025 pukul 16.00 WIB. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 20 Mei 2025, sementara cum dividen di pasar tunai pada 22 Mei 2025. 

Bagi pemegang saham yang tercatat dalam penitipan kolektif di KSEI, dividen akan disalurkan melalui pemegang rekening KSEI. Adapun pemegang saham warkat harus menyampaikan data rekening bank ke biro administrasi efek, PT Raya Saham Registra, paling lambat pada tanggal yang sama. 

Analisis Dividen ASII dan Kesehatan Keuangan

Total dividen tunai yang dibagikan Astra International tahun buku 2024 mencapai Rp16,4 triliun. Dengan laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp34,05 triliun, payout ratio perusahaan tercatat di level 59,28 persen. 

Rasio ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara pembagian laba dan retensi untuk ekspansi atau investasi strategis, mengingat saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai Rp201,69 triliun.

Dengan harga saham ASII yang saat ini diperdagangkan di level Rp4.800, yield dividen Astra mencapai 8,46 persen, angka yang tergolong tinggi dan menarik bagi investor income-seeking, terutama di tengah tren suku bunga tinggi yang membuat pasar menuntut imbal hasil kompetitif. Porsi dividen terhadap laba ini juga tetap sehat jika mempertimbangkan kekuatan fundamental perusahaan.

Secara neraca, Astra membukukan total aset senilai Rp472,9 triliun dan total ekuitas sebesar Rp271,5 triliun, mencerminkan struktur permodalan yang solid dengan debt-to-equity ratio yang terjaga. Pendapatan konsolidasian tahun 2024 mencapai Rp330,9 triliun, sementara laba bersih per saham (EPS) berada di Rp845. 

Kemampuan Astra menghasilkan arus kas dari aktivitas operasional juga sangat kuat, yakni sebesar Rp45 triliun, yang turut mendukung pembayaran dividen tanpa mengganggu likuiditas.

Adapun, jika menengok rekam jejak dividen dalam lima tahun terakhir, ASII tercatat konsisten membagikan dividen dengan nominal yang stabil dan cenderung meningkat. Pada tahun 2023, perusahaan membagikan dividen total Rp519 per saham, terdiri dari interim Rp98 dan final Rp421. 

Pada 2022, nilai totalnya bahkan lebih tinggi, yakni Rp640 per saham. Konsistensi Astra membagikan dividen, termasuk dalam kondisi pasar yang menantang sekalipun, mencerminkan fundamental yang kuat dan arus kas yang terjaga. Dividen interim tahunan juga rutin dikucurkan setiap Oktober, menjadikan saham ini favorit bagi investor yang memprioritaskan arus kas periodik.

Dengan demikian, kekuatan laporan keuangan Astra di tahun 2024 tidak hanya menopang pembagian dividen dalam jumlah besar, tetapi juga memperkuat citra ASII sebagai emiten yang stabil dan andal dalam memberikan imbal hasil berkelanjutan kepada pemegang sahamnya.

Analisis Valuasi Saham ASII

Di pasar, saham ASII menguat tipis 0,42 persen ke level Rp4.800 pada perdagangan sesi II Jumat, 9 Mei 2025, dengan volume transaksi mencapai 16,72 juta saham dan nilai perdagangan Rp80,3 miliar. 

Sepanjang 2025 berjalan (year-to-date), kinerja saham ASII masih terkoreksi tipis 2,04 persen, meski dalam sebulan terakhir mencatatkan rebound sebesar 3,90 persen.

Stabilitas harga saham di kisaran support kuat Rp4.700–4.800 disertai dengan meningkatnya permintaan menjelang cum date dividen menunjukkan bahwa investor mulai melakukan akumulasi untuk mengejar dividend yield yang kompetitif.

Dari sisi valuasi, saham ASII berada dalam posisi undervalued. Price to Earnings Ratio (PER) trailing 12 bulan hanya sebesar 5,80 kali, jauh di bawah median PER IHSG yang tercatat 7,87 kali. 

Dengan earnings yield 17,25 persen dan Price to Book Value (PBV) 0,88 kali, saham ini mencerminkan valuasi diskon terhadap nilai bukunya.

Price to Sales (P/S) sebesar 0,58 kali dan Price to Cashflow (TTM) 4,30 kali juga menunjukkan efisiensi operasional yang baik serta kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas kuat. 

Free Cash Flow per Share yang mencapai Rp683,66 turut menegaskan bahwa Astra memiliki fleksibilitas likuiditas untuk mendukung ekspansi sekaligus membayar dividen.

Menariknya, meski PER berada di level rendah, PEG ratio tahunan berada di angka 9,02. Namun jika dilihat dari tiga tahun ke belakang (PEG 3yr), nilainya hanya 0,30 yang menandakan bahwa pertumbuhan laba sebelumnya jauh melampaui ekspektasi pasar terhadap valuasi saat ini. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait