Market Hari Ini 20 Jun 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Dividen ASSA Vs JARR, Mana yang Lebih Menarik?

ASSA menawarkan dividend yield 7,81 persen dengan histori pembagian yang konsisten, sementara JARR hanya 0,32 persen tetapi memiliki momentum teknikal yang mulai membaik.

Analisis lengkap dividen ASSA dan JARR, mulai dari dividend yield, payout ratio, teknikal, dividend rally, hingga peluang investasi terbaik.

ASSA termasuk salah satu emiten yang sangat konsisten membagikan dividen selama beberapa tahun terakhir. (Foto: dok ASSA)
ASSA termasuk salah satu emiten yang sangat konsisten membagikan dividen selama beberapa tahun terakhir. (Foto: dok ASSA)

Daftar Isi

  1. 01 Sahamnya Menarik untuk Dibeli?
  2. 02 Strategi Hadapi Dividen ASSA
  3. 03 Bagaimana Peluang Dividen JARR
  4. 04 Teknikal JARR Membaik
  5. 05 Potensi Dividend Rally
  6. 06 Mana yang Lebih Layak Dikoleksi?

KABARBURSA.COM - PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp30 per saham atau setara Rp3.000 per lot untuk tahun buku 2025. Dalam keterangan resminya, cum dividen di pasar reguler dijadwalkan pada 25 Juni 2026, ex dividen pada 26 Juni 2026. Sementara, pembayaran akan dilakukan pada 17 Juli 2026.

Jika diperhatikan, angka Rp3.000 per lot terlihat tidak terlalu besar. Namun, jika melihat rekam jejak perusahaan, ASSA termasuk salah satu emiten yang sangat konsisten membagikan dividen selama beberapa tahun terakhir. 

Pada tahun buku 2023, perusahaan membagikan dividen Rp20 per saham. Tahun buku 2024 meningkat menjadi Rp30 per saham, kemudian pada dividen interim berikutnya kembali membagikan Rp20 per saham.

Kini, untuk tahun buku 2025, ASSA kembali membagikan Rp30 per saham. Artinya, selama dua tahun terakhir investor telah menikmati pola pembagian dividen Rp30 dan Rp20 secara rutin. Jika dijumlahkan, total dividen trailing twelve months (TTM) mencapai Rp50 per saham.

Lebih menarik lagi, payout ratio perusahaan berada di level 46,85 persen. Angka tersebut dapat dikatakan cukup sehat karena perusahaan masih menyisakan lebih dari separuh laba untuk mendukung ekspansi usaha. 

Dividend yield juga cukup menarik, berada di kisaran 7,81 persen berdasarkan data terakhir. Di tengah tren suku bunga yang masih relatif tinggi, yield sebesar itu mampu bersaing dengan berbagai instrumen pendapatan tetap.

Sahamnya Menarik untuk Dibeli?

Namun, apakah dividen menarik ini otomatis membuat sahamnya layak dibeli?

Dilihat sisi teknikal, ASSA sedang berada dalam fase "Sangat Jual". Sebelas indikator memberikan sinyal jual dan tidak ada satu pun yang memberikan rekomendasi beli.

RSI berada di level 33,2. Posisi ini memang belum masuk wilayah oversold ekstrem di bawah 30, tetapi sudah sangat dekat dengan area tersebut. Artinya tekanan jual masih cukup dominan, namun ruang penurunan mulai terbatas.

Stochastic berada di kisaran 31,17 dan Stochastic RSI di 41,16 yang sama-sama masih mengindikasikan momentum negatif. MACD masih berada di area negatif, menunjukkan tren penurunan belum benar-benar berakhir.

ADX yang mencapai lebih dari 61 justru memberikan bahwa tren turun cukup kuat. Hal tersebut juga tercermin pada indikator Williams %R, CCI, serta Highs/Lows yang semuanya masih memberikan sinyal jual.

Berpindah ke Moving Average. Hampir seluruh rata-rata bergerak, baik sederhana maupun eksponensial, masih menunjukkan sinyal jual. Hanya MA5 sederhana yang memberikan sinyal beli, sementara MA10, MA20, MA50, MA100 hingga MA200 seluruhnya masih berada dalam posisi negatif.

Kondisi seperti ini biasanya menunjukkan bahwa harga sedang mengalami technical rebound jangka pendek di tengah tren besar yang masih melemah.

Dengan kata lain, peluang kenaikan memang ada, tetapi investor perlu menyadari bahwa kenaikan tersebut masih berpotensi menjadi pantulan sementara apabila belum diikuti perubahan tren yang lebih besar.

Pivot point juga memberikan gambaran yang menarik. Level pivot utama berada di kisaran 595. Resistance pertama berada di sekitar 685, kemudian resistance berikutnya pada area 735 hingga 825. Sebaliknya, support berada pada kisaran 545 dan 455.

Artinya, apabila saham mampu bertahan di atas area pivot dan menembus resistance pertama, peluang technical rebound menuju resistance berikutnya akan semakin besar. Namun jika kembali kehilangan area pivot tersebut, tekanan jual dapat kembali meningkat.

Strategi Hadapi Dividen ASSA

Bagi investor yang berorientasi income investing, dividen Rp30 per saham masih cukup menarik. Namun, bagi trader jangka pendek yang mengejar capital gain sekaligus dividen, situasinya perlu dicermati lebih hati-hati.

Secara historis, saham yang membagikan dividen sering mengalami fenomena dividend capture. Setelah memasuki ex date, harga biasanya akan terkoreksi setidaknya sebesar nilai dividen yang dibagikan.

Dalam kasus ASSA, peluang dividend rally memang masih ada mengingat perusahaan memiliki reputasi sebagai pembagi dividen yang konsisten. Namun sinyal teknikal yang masih didominasi rekomendasi jual menunjukkan bahwa reli tersebut kemungkinan tidak akan berlangsung agresif apabila tidak disertai katalis fundamental baru.

Bagaimana Peluang Dividen JARR

Tidak hanya ASSA, saham milik Haji Isam, JARR (Jhonlin Agro Raya Tbk) juga akan membagikan dividen tunai sebesar Rp6,5 per saham atau sekitar Rp650 per lot.

Secara nominal, dividennya meningkat dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp5,65 per saham. Ada kenaikan sebesar 15 persen secara tahunan. Namun, dividend yield JARR hanya berada di kisaran 0,32 persen.

Yield tersebut jauh di bawah rata-rata dividend investing di Bursa Efek Indonesia dan bahkan jauh lebih rendah dibanding deposito maupun obligasi pemerintah. Meski Perseroan hanya membagikan sekitar 36,29 persen laba bersih sebagai dividen (payout ratio), sisanya masih disimpan sebagai laba ditahan untuk mendukung ekspansi bisnis.

Dengan laba bersih sebesar Rp268,4 miliar dan saldo laba ditahan mencapai Rp577,9 miliar, struktur keuangan JARR masih cukup sehat untuk menjaga pertumbuhan bisnis di masa depan.

Teknikal JARR Membaik

Menarik jika melihat pada teknikalnya. Berbeda dengan ASSA yang hampir seluruh indikator masih memberikan sinyal jual, JARR justru mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

Moving Average memberikan komposisi:

  • 8 indikator memberikan sinyal beli
  • 4 indikator memberikan sinyal jual

Momentumnya positif. MA5 dan MA10 baik sederhana maupun eksponensial sudah memberikan sinyal beli. MA100 dan MA200 juga masih berada dalam tren positif. Yang masih menjadi hambatan hanyalah MA20 dan MA50 yang belum berhasil ditembus.

Secara sederhana, ini dapat diartikan bahwa tren jangka pendek mulai membaik. Sementara, tren menengah masih dalam proses pembentukan. Jika momentum bertahan, peluang melanjutkan kenaikan masih terbuka.

Beralih ke pivot point, Pivot utama berada di area 1.480. Resistance pertama berada pada kisaran 1.680–1.805. Sementara resistance berikutnya berada di area 1.800–2.000. Untuk support penting berada pada kisaran 1.280–1.350.

Artinya, selama harga mampu bertahan di atas pivot 1.480, peluang menguji resistance pertama masih cukup besar. Jika resistance tersebut berhasil ditembus dengan volume tinggi, potensi kenaikan menuju area psikologis 2.000 akan semakin terbuka.

Potensi Dividend Rally

Karena dividend yield hanya 0,32 persen, investor kemungkinan tidak akan melakukan dividend hunting secara agresif. Namun justru kondisi ini membuat tekanan ex-dividend biasanya relatif kecil.

Pada saham dengan dividend yield tinggi seperti ASSA, harga sering terkoreksi cukup dalam setelah ex-dividend karena investor jangka pendek mengambil keuntungan.

Sebaliknya pada JARR, potensi penurunan akibat ex-dividend hanya sekitar Rp6,5 per saham sehingga dampaknya relatif tidak signifikan terhadap harga.

Apabila sentimen pasar tetap positif, bukan tidak mungkin harga mampu menutup gap ex-dividend dalam waktu yang lebih cepat.

Mana yang Lebih Layak Dikoleksi?

Pilihan kembali kepada tujuan investasi masing-masing. Untuk investor yang mengejar pendapatan dividen, ASSA jelas lebih unggul. Dividend yield hampir 8 persen dengan histori pembagian yang konsisten membuat saham ini lebih menarik sebagai instrumen income investing.

Namun jika investor lebih fokus pada peluang capital gain, JARR punya cerita menarik. Dividen memang kecil, tetapi payout ratio yang rendah menunjukkan ruang ekspansi masih besar. Selain itu, indikator moving average mulai berbalik memberikan sinyal beli, sesuatu yang belum terlihat pada ASSA.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait