Market Hari Ini 10 Jul 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

DKFT Kucurkan Rp11,78 Miliar buat Eksplorasi Nikel

Central Omega Resources (DKFT) mengalokasikan dana Rp11,78 miliar untuk eksplorasi nikel di Sulawesi Tengah dan Tenggara guna memperkuat cadangan dan akurasi data geologi.

Central Omega (DKFT) habiskan Rp11,78 miliar untuk eksplorasi nikel di Sulawesi. Total 596 titik bor diselesaikan guna verifikasi cadangan tambang.

Situs tambang dan fasilitas nikel yang dimiliki dan dikelola oleh Central Omega Resources (DKFT). (Foto: Dok. Central Omega)
Situs tambang dan fasilitas nikel yang dimiliki dan dikelola oleh Central Omega Resources (DKFT). (Foto: Dok. Central Omega)

KABARBURSA.COM – PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) melaporkan aktivitas eksplorasi bulan Juli 2025 dengan total biaya mencapai Rp11,78 miliar. 

Kegiatan eksplorasi dilakukan di dua wilayah konsesi nikel, masing-masing berada di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, dan Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

Berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), DKFT melalui dua anak usahanya, yaitu PT Mulia Pacific Resources (MPR) dan PT Itamatra Nusantara (IMN), telah melakukan pengeboran di Desa Ganda-ganda, Kabupaten Morowali Utara, dengan biaya mencapai Rp6,83 miliar.

“Sebanyak 475 titik bor telah dilakukan di area tersebut dengan total kedalaman mencapai 10.878 meter,” tulis Corporate Secretary Central Omega Resources, Yohanes Supriady, dalam keterangannya, Rabu, 10 Juli 2025.

Pengeboran di wilayah MPR dan IMN dilakukan menggunakan metode core drilling HQ dengan pola spasi acak 50 meter x 50 meter dan 25 meter x 25 meter. Tujuannya adalah untuk memverifikasi keberadaan cadangan nikel serta pemutakhiran model geologi lapisan bijih.

Sementara itu, anak usaha lainnya, PT Bumi Konawe Abadi (BKA), juga melakukan aktivitas pengeboran di Desa Motui, Kabupaten Konawe Utara. Kegiatan ini menelan biaya sebesar Rp4,95 miliar dan mencakup 121 titik bor dengan total kedalaman mencapai 3.284 meter.

“Untuk wilayah BKA, pengeboran juga dilakukan menggunakan metode core drilling HQ dengan program spasi 50 meter x 50 meter dan 100 meter x 100 meter,” ujar Yohanes dalam dokumen yang sama.

Pihak manajemen menyatakan bahwa pengeboran di kedua wilayah tersebut dilakukan oleh masing-masing anak usaha, bekerja sama dengan pihak ketiga. 

Seluruh aktivitas eksplorasi tersebut merupakan bagian dari strategi verifikasi lanjutan terhadap cadangan nikel yang telah tercatat, sekaligus untuk mempersiapkan tahapan pengembangan tambang selanjutnya.

Dalam rencana tindak lanjutnya, DKFT akan melanjutkan program pengeboran di area Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik MPR dan IMN, serta memproses hasil data geologi dari pengeboran di wilayah BKA.

Yohanes menutup laporannya dengan menyampaikan bahwa perseroan akan terus melanjutkan kegiatan pengeboran di wilayah konsesi serta menyempurnakan data geologi untuk mendukung validasi teknis proyek ke depan.

Eksplorasi ini menjadi sorotan investor karena memperkuat posisi Central Omega Resources di industri nikel domestik, yang tengah mendapatkan perhatian tinggi seiring peningkatan permintaan bahan baku baterai kendaraan listrik. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait