Market Hari Ini 16 Sep 2025 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

Dolar AS Terpuruk, Pasar Tunggu The Fed

Dolar AS melemah ke level terendah, pasar global menanti keputusan pemangkasan suku bunga oleh The Fed

Dolar Amerika Serikat (AS) tergelincir ke titik terendah dalam dua setengah bulan terhadap euro, sekaligus menyentuh posisi terendah

Pelemahan greenback dipicu meningkatnya ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga acuan
Pelemahan greenback dipicu meningkatnya ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga acuan

KABARBURSA.COM - Dolar Amerika Serikat (AS) tergelincir ke titik terendah dalam dua setengah bulan terhadap euro pada Selasa 16 September 2025, sekaligus menyentuh posisi terendah sepuluh bulan terhadap dolar Australia.

Pelemahan greenback dipicu meningkatnya ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga acuan pekan ini, dengan potensi penurunan lanjutan pada bulan-bulan berikutnya. Menurut laporan Reuters dari Tokyo, Indeks Dolar (DXY)—tolok ukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama—jatuh ke level 97,161, posisi terendah sejak 24 Juli. Terhadap poundsterling, dolar juga ambruk ke titik terendah dalam lebih dari dua bulan.

Pasar memperkirakan pemangkasan minimal 25 basis poin akan diumumkan The Fed pada Rabu waktu setempat. Meski demikian, peluang pemangkasan lebih tajam sebesar 50 basis poin masih terbuka, walau kecil. Total penurunan suku bunga yang diantisipasi hingga akhir tahun diperkirakan mencapai 67 basis poin, bahkan bisa melebar menjadi 81 basis poin pada Januari 2026.

Presiden AS Donald Trump kembali menekan The Fed agar mengambil langkah lebih agresif. Dalam unggahannya di media sosial, Trump menyinggung kondisi pasar perumahan sebagai alasan mendesak perlunya pelonggaran moneter. “Semakin banyak yang menilai The Fed tertinggal dan perlu bertindak cepat menurunkan suku bunga ke level netral,” ujar Chris Weston, Kepala Riset Pepperstone. Ia menambahkan, pasar semakin yakin The Fed tidak hanya akan memangkas suku bunga pada September, tetapi juga pada Oktober, Desember, hingga Januari mendatang.

Mata uang euro menguat 0,23 persen menjadi USD1,1787—tertinggi sejak 24 Juli—menjelang rilis survei ZEW Jerman dan data inflasi konsumen Italia. Poundsterling naik 0,19 persen ke USD1,3624, level tertinggi sejak 8 Juli, menjelang keputusan kebijakan Bank of England pada Kamis, meski pasar tidak mengantisipasi perubahan suku bunga.

Sementara itu, dolar Australia melonjak hingga menyentuh USD0,6677, tertinggi sejak 8 November tahun lalu, terdorong reli bursa Asia yang mengikuti penguatan Wall Street. Dolar AS juga melemah 0,3 persen terhadap yen Jepang, berada di 146,975. Bank of Japan dijadwalkan merilis kebijakan moneternya pada Jumat, dengan proyeksi suku bunga tetap ditahan.

Selain kebijakan moneter, sorotan juga mengarah ke situasi politik Jepang. Sejumlah tokoh mulai menyatakan siap mencalonkan diri sebagai perdana menteri baru. Nama Shinjiro Koizumi, Menteri Pertanian, dan Yoshimasa Hayashi, Sekretaris Kabinet, muncul sebagai kandidat populer pengganti perdana menteri.

Pelemahan dolar global kali ini memperlihatkan betapa pasar sedang menunggu arah kebijakan The Fed, sembari menimbang dinamika ekonomi dan politik di berbagai belahan dunia.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait