Market Hari Ini 30 Jul 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

DOOH Mencoba Bangkit, Sinyal Tren Mulai Terlihat

DOOH kembali mencuri perhatian setelah menembus resistance penting, dengan tren teknikal menguat dan peluang kenaikan di bulan Juli yang historisnya menjanjikan.

Saham DOOH bangkit, menembus resistance dengan tren teknikal positif. Apakah Juli jadi momen emas untuk mengoleksi?

Ilustrasi. Foto: AI untuk KabarBursa
Ilustrasi. Foto: AI untuk KabarBursa

Daftar Isi

  1. 01 Juli Bersahabat Bagi DOOH

KABARBURSA.COM - Harga saham PT Danamas Insan Kreasi Andalan Tbk (DOOH) kembali menjadi sorotan. Setelah sempat tertahan di bawah level teknikal penting, saham ini akhirnya berhasil menembus area resistance di Rp119. 

Kenaikan tersebut juga dibarengi dengan peningkatan volume perdagangan, menandakan minat beli yang mulai menguat di pasar.

Saat ini, DOOH diperdagangkan di kisaran Rp128. Dari sisi teknikal, posisinya sudah berada di atas tiga garis rata-rata penting, yaitu MA50, MA100, dan MA200. Ini bukan sekadar pergerakan biasa, melainkan sinyal awal bahwa tren jangka menengah hingga panjang mulai bergerak ke arah positif.

Kondisi ini biasanya menjadi indikasi bahwa tekanan jual mulai mereda, sementara pembeli perlahan mengambil alih kendali.

Pengamat pasar modal Rita Efendy dalam analisisnya melihat, selama harga mampu bertahan di atas Rp119, peluang untuk melanjutkan penguatan masih terbuka lebar. Target terdekat berada di kisaran Rp135, dan jika momentum tetap terjaga, tidak menutup kemungkinan harga melanjutkan kenaikan menuju Rp148. 

Namun, bila harga justru berbalik turun ke bawah Rp115 atau bahkan Rp110, tren jangka pendek berisiko kembali masuk fase konsolidasi, bahkan koreksi.

Bagi pelaku pasar, ada dua pendekatan yang lazim digunakan. Pertama, strategi buy on breakout—masuk setelah harga ditutup di atas Rp130 untuk memastikan arah tren sudah terkonfirmasi. 

Kedua, pendekatan buy on weakness, yaitu mengakumulasi saham di area Rp120–Rp123 bagi mereka yang meyakini tren kenaikan masih terjaga namun ingin mendapatkan harga lebih rendah.

Juli Bersahabat Bagi DOOH

Jika menilik data historis, bulan Juli ternyata menjadi periode yang cukup bersahabat bagi DOOH. Pada Juli 2025, saham ini mencatat kenaikan signifikan sebesar 21,60 persen, jauh di atas rata-rata bulanan. 

Setahun sebelumnya, performanya bahkan lebih mencolok, naik 58,70 persen. Pola ini memberi sinyal bahwa Juli kerap menjadi momen penting bagi saham ini.

Memang, pada 2023 performa Juli sempat negatif, turun 7,41 persen. Namun, dengan tren kenaikan yang kuat pada 2024 dan 2025, pola positif dua tahun terakhir ini jauh lebih relevan untuk dijadikan acuan. 

Data probabilitas juga menunjukkan bahwa peluang DOOH menguat di bulan Juli mencapai 67 persen, sebuah angka yang cukup solid.

Kenaikan ini pun tidak semata soal statistik. Biasanya, penguatan di bulan ini didorong oleh sentimen pasar yang lebih positif, baik karena faktor teknikal maupun katalis lain yang memicu minat beli. Bagi investor yang senang memanfaatkan pola musiman, Juli bisa menjadi waktu yang tepat untuk mulai mengamati DOOH lebih serius.

Meski begitu, tetap perlu memperhatikan faktor eksternal seperti pergerakan IHSG, sentimen global, maupun kabar terbaru terkait DOOH itu sendiri. Jika semua faktor tersebut berpihak, bukan tidak mungkin Juli kembali menjadi bulan yang manis bagi saham ini.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait