Market Hari Ini 11 Feb 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

DPK BTN Naik 14 Persen, Deposito Melonjak 27 Persen

Struktur pendanaan berubah sepanjang 2025 setelah simpanan berjangka tumbuh signifikan.

DPK BTN tumbuh 14,60 persen menjadi Rp437,40 triliun pada 2025, didorong kenaikan deposito 27,92 persen.

Kinerja pendanaan BTN 2025 menunjukkan DPK Rp437,40 triliun dengan lonjakan deposito hampir 28 persen. (Foto: Dok. BTN)
Kinerja pendanaan BTN 2025 menunjukkan DPK Rp437,40 triliun dengan lonjakan deposito hampir 28 persen. (Foto: Dok. BTN)

KABARBURSA.COMPT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN mencatat dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp437,40 triliun hingga akhir 2025, meningkat 14,60 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan Rp381,67 triliun pada 2024. 

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian audited per 31 Desember 2025, komposisi DPK BTN terdiri atas giro Rp169,24 triliun, tabungan Rp43,88 triliun, dan deposito Rp224,27 triliun. Simpanan dalam bentuk deposito menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi.

Deposito tercatat naik 27,92 persen dari Rp175,31 triliun pada 2024 menjadi Rp224,27 triliun pada 2025. Peningkatan ini memberikan kontribusi terbesar terhadap kenaikan total DPK secara nominal.

Sementara itu, dana giro tumbuh 5,22 persen dari Rp160,85 triliun menjadi Rp169,24 triliun. Berbeda dengan dua komponen tersebut, tabungan mengalami penurunan 3,57 persen dari Rp45,51 triliun pada 2024 menjadi Rp43,88 triliun pada akhir 2025.

Jika dihitung dari komposisi giro dan tabungan terhadap total DPK, dana murah berada di kisaran 48,7 persen pada 2025, dibandingkan sekitar 54,1 persen pada 2024. Perhitungan tersebut menunjukkan perubahan struktur pendanaan dalam periode satu tahun terakhir.

Pertumbuhan DPK yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit turut memengaruhi rasio penyaluran dana. Hingga akhir 2025, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat 91,28 persen, turun dari 93,79 persen pada 2024.

Di sisi lain, total kredit BTN pada 2025 tercatat sebesar Rp345,70 triliun, meningkat 10,07 persen dibandingkan Rp314,08 triliun pada 2024. Pertumbuhan kredit yang berada di bawah pertumbuhan DPK berkontribusi terhadap penurunan rasio LDR tersebut.

Total aset BTN hingga akhir 2025 tercatat sebesar Rp527,79 triliun, meningkat 12,39 persen dibandingkan Rp469,61 triliun pada tahun sebelumnya. 

Struktur pendanaan yang bertumbuh dua digit menjadi bagian dari penguatan intermediasi bank sepanjang periode pelaporan. 

Di samping itu, dari lantai bursa, saham BBTN ditutup menguat 1,93 persen ke level 1.320 pada perdagangan terakhir sesi I Rabu, 11 Februari 2026. 

Saham BBTN dibuka di level 1.310, sempat menyentuh level tertinggi 1.335 dan terendah 1.310 dalam sesi perdagangan tersebut. 

Total volume transaksi tercatat 443,33 ribu lot dengan nilai transaksi sekitar Rp58,6 miliar, dan harga rata-rata di kisaran 1.322. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait