Market Hari Ini 02 Feb 2024 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Tim Editorial

DPR Tegaskan Wacana Ganti Jenis BBM Merugikan Masyarakat

DPR Tegaskan Wacana Ganti Jenis BBM Merugikan Masyarakat
DPR Tegaskan Wacana Ganti Jenis BBM Merugikan Masyarakat

Rencana Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan, untuk menggantikan Solar, Pertalite, dan Pertamax dengan BBM sejenis Euro 4 dan Euro 5 mendapat sorotan tajam.

Salah satunya dari Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto.  Menurutnya, ide tersebut tidak akan mudah diwujudkan dan justru berpotensi membuat negara terpuruk.

Mulyanto mengungkapkan kekhawatirannya terhadap defisit transaksi berjalan sektor migas yang dapat melonjak akibat rencana ini.

Ia menyatakan bahwa keterbatasan produksi bioethanol domestik menjadi hambatan utama, dan jika negara terus ngotot menggunakan bioethanol untuk menggantikan solar dan Pertalite, maka ketergantungan pada impor akan meningkat drastis.

"Jadi kalau kita ngotot akan menggunakan bioethanol untuk mengganti solar dan Pertalite maka ketergantungan kita pada impor akan meroket. Ini ibarat pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga pula," ungkap Mulyanto.

Lebih lanjut, Mulyanto menyatakan bahwa rencana tersebut sangat merugikan masyarakat karena dapat mengakibatkan penghapusan BBM bersubsidi.

Menurutnya, hal ini akan menyebabkan kenaikan harga BBM secara langsung, dengan harga Pertamax Green yang diprediksi jauh lebih mahal daripada Solar dan Pertalite.

"Ini kan artinya masyarakat dipaksa untuk membeli BBM mahal. Karena dihapusnya Solar dan Pertalite tersebut," tegas Mulyanto.

Mulyanto juga mengingatkan bahwa dengan meningkatnya kebutuhan bioethanol, ketergantungan pada impor akan meningkat, yang pada akhirnya akan menguntungkan pihak-pihak tertentu.

Ia menyimpulkan bahwa rencana ini dianggap sebagai tindakan yang merugikan masyarakat, dan menegaskan bahwa jika rakyat menyebut Menko Marves sebagai sosok yang 'jahat', hal tersebut seharusnya tidaklah mengherankan.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait