Market Hari Ini 14 Mar 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

DRMA Catat Penjualan Rp5,9 Triliun pada 2025

Strategi diversifikasi produk dan segmen bisnis merupakan kunci pencapaian kinerja ini.

PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) membukukan kinerja yang solid di tahun 2025.

Ilustrasi kantor PT Dharma Polimetal Tbk (Foto: Dok. Dharma Polimetal) KABARBURSA.COM
Ilustrasi kantor PT Dharma Polimetal Tbk (Foto: Dok. Dharma Polimetal) KABARBURSA.COM

KABARBURSA.COM - PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) membukukan kinerja yang solid pada 2025. Emiten manufaktur komponen otomotif ini sukses meraih penjualan sebesar Rp5,9 triliun pada tahun lalu.

President Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso mengatakan strategi diversifikasi produk dan segmen bisnis merupakan kunci pencapaian kinerja ini.

"Karena berhasil membantu Perseroan menjaga pertumbuhan di tengah dinamika pasar yang berlangsung,” kata dia dalam keterangannya dikutip, Sabtu, 14 Maret 2026.

Melalui strategi tersebut, DRMA berhasil membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 8 persen di tahun 2025. Catatan ini melampaui kinerja industri otomotif domestik yang justru mengalami pelemahan. 

Dalam pencapaian ini, segmen roda dua kembali menjadi penyumbang utama dengan kontribusi sebesar 62 persen dari total penjualan DRMA sepanjang 2025. 

Sementara segmen roda empat yang sempat mengalami perlambatan seiring dengan penurunan penjualan industri otomotif, telah mulai menunjukkan tanda pemulihan sejak kuartal III 2025.

Kinerja penjualan yang solid tersebut  membuat DRMA mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp664,4 miliar, atau Rp613,5 miliar setelah penyesuaian negative goodwill.

"Pencapaian ini mencerminkan pertumbuhan berkelanjutan dari bisnis inti Perseroan,” tambah Irianto.

Sementara itu, melangkah lebih jauh dengan strategi diversifikasi produk dan segmen bisnis, DRMA telah mengakuisisi PT Mah Sing Indonesia senilai Rp41 miliar pada akhir November 2025. 

Akuisisi yang dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas manufaktur dan memperluas lini produk komponen kendaraan roda empat ini tentu saja akan semakin memperkuat portofolio bisnis DRMA. 

Di luar bisnis inti otomotif, Perseroan juga terus mengembangkan peluang di ekosistem kendaraan listrik (EV) dan energi terbarukan. Termasuk di antaranya adalah pengembangan auxiliary battery Lithium 12V yang sudah tersedia dalam varian 12V 6Ah dan 12V 3,5Ah, yang dapat digunakan untuk berbagai tipe sepeda motor serta Battery Energy Storage System (BESS) sebagai potensi pertumbuhan berkelanjutan.

Dengan melihat kinerja 2025, pada tahun 2026 DRMA sendiri menargetkan pertumbuhan penjualan 10 persen. Untuk meraih target tersebut, Perseroan telah menyiapkan berbagai langkah yang mendukung, antara lain adalah peluncuran produk baru, ekspansi pasar, serta penguatan kapabilitas manufaktur.

“Dengan penerapan strategi diversifikasi produk dan penguatan kapabilitas manufaktur ini, kami optimistis akan dapat menjaga pertumbuhan DRMA yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi kompetitif di industri otomotif,” tutup Irianto. (*) 

 

 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait