KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) pada perdagangan terakhir menunjukkan koreksi di tengah penguatan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar global.
Pada penutupan perdagangan Jumat, 13 Maret 2026, saham DSNG berada di level 1.345 atau turun 45 poin setara 3,24 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level 1.390.
Sepanjang sesi perdagangan, saham perusahaan yang bergerak di segmen kelapa sawit ini dibuka di level 1.410 dan sempat bergerak mencapai harga tertinggi di area yang sama sebelum tekanan jual mendorong harga turun hingga menyentuh level terendah di 1.330.
Harga rata-rata transaksi tercatat berada di kisaran 1.347 dengan nilai transaksi sekitar Rp4,5 miliar serta frekuensi perdagangan sekitar 732 kali.
Aktivitas transaksi menunjukkan volume perdagangan sekitar 33,06 ribu lot. Dari sisi struktur antrean perdagangan, total antrian bid tercatat sekitar 35.750 lot dengan frekuensi 255 kali, sementara total antrian offer berada di kisaran 29.184 lot dengan frekuensi 372 kali.
Struktur ini memperlihatkan minat beli yang relatif tebal pada beberapa level harga di bawah pasar.
Lapisan permintaan terbesar terlihat di area 1.330 dengan antrian sekitar 10.876 lot, diikuti level 1.325 sekitar 7.919 lot serta level 1.320 sekitar 8.654 lot. Sementara itu di sisi penawaran, antrian terbesar terlihat pada level 1.345 dengan sekitar 1.749 lot serta di level 1.350 sekitar 752 lot.
Harga Minyak Sawit Mentah Global Meroket
Pergerakan harga tersebut terjadi di tengah penguatan harga minyak sawit mentah global. Kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia untuk pengiriman Mei 2026 tercatat berada di kisaran 4.572 ringgit Malaysia per ton, meningkat dibandingkan penutupan sebelumnya dan menembus area 4.500 hingga 4.600 ringgit per ton.
Di pasar domestik, harga CPO melalui mekanisme KPBN tercatat berada di kisaran Rp14.710 per kilogram. Sementara itu harga tandan buah segar (TBS) di beberapa daerah penghasil utama juga menunjukkan peningkatan.
Di Provinsi Riau, harga TBS plasma untuk umur tanaman 10 hingga 20 tahun tercatat sekitar Rp3.703,94 per kilogram, sedangkan di Sumatera Selatan berada di kisaran Rp3.534,67 per kilogram.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sentimen komoditas untuk sektor perkebunan kelapa sawit berada dalam fase penguatan pada pertengahan Maret 2026.
Catatan Transaksi Broker
Dari sisi distribusi transaksi broker dalam periode 9 hingga 13 Maret 2026, aktivitas pembelian terbesar pada saham DSNG tercatat melalui Ciptadana Sekuritas Asia (KI) dengan nilai sekitar Rp3,5 miliar atau sekitar 25,8 ribu lot pada harga rata-rata 1.352.
Pembelian juga terlihat melalui Indo Premier Sekuritas (PD) sekitar Rp2,2 miliar atau 15,8 ribu lot pada harga rata-rata 1.363 serta melalui Stockbit Sekuritas Digital (XL) sekitar Rp1,6 miliar atau sekitar 11,6 ribu lot pada harga rata-rata 1.362.
Di sisi penjualan, tekanan jual terbesar tercatat melalui UBS Sekuritas Indonesia (AK) sekitar Rp2,1 miliar atau sekitar 16 ribu lot pada harga rata-rata 1.349. Penjualan juga terlihat melalui J.P. Morgan Sekuritas Indonesia (BK) sekitar Rp1,4 miliar atau sekitar 10,8 ribu lot serta melalui OCBC Sekuritas Indonesia (TP) sekitar Rp1 miliar atau sekitar 7,4 ribu lot pada harga rata-rata 1.384.
Pergerakan ini menunjukkan adanya distribusi dan akumulasi yang terjadi secara bersamaan pada beberapa broker besar selama periode perdagangan tersebut.
Strategi Saham DSNG
Secara teknikal, koreksi harga DSNG pada sesi terakhir membawa harga menembus area rata-rata pergerakan jangka menengah atau MA20. Namun harga masih berada di atas area 1.285 yang menjadi level penahan koreksi dalam struktur pergerakan jangka pendek.
Dengan posisi tersebut, area 1.305 hingga 1.335 menjadi rentang harga yang sering menjadi titik akumulasi selama periode perdagangan terakhir. Selama harga masih mampu bertahan di atas area tersebut, pergerakan harga masih berada dalam fase konsolidasi setelah koreksi intraday.
Di sisi lain, penguatan harga CPO global menjadi salah satu sentimen eksternal yang terus diperhatikan pelaku pasar terhadap saham-saham sektor perkebunan kelapa sawit. Pergerakan harga komoditas tersebut sering kali berkorelasi dengan ekspektasi pendapatan perusahaan perkebunan.
Dengan kondisi harga CPO yang berada di atas 4.500 ringgit per ton, sentimen komoditas pada sektor sawit masih berada pada fase penguatan menjelang akhir kuartal pertama 2026.
Dalam konteks perdagangan jangka pendek, hasil riset MNC Sekuritas menunjukkan pergerakan DSNG saat ini berada pada fase konsolidasi setelah koreksi intraday dengan area harga 1.305 hingga 1.335 menjadi zona yang sering menjadi titik aktivitas transaksi.
Selama harga masih berada di atas area 1.285, pergerakan saham ini masih berada dalam rentang konsolidasi jangka pendek setelah koreksi pada sesi perdagangan terakhir.(*)