Market Hari Ini 16 May 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

DSSA dan CUAN Berdarah, Asing Keluar Hampir Rp900 Miliar

DSSA dan CUAN sama-sama tertekan tajam dalam tujuh hari perdagangan terakhir. Arus keluar dana asing di kedua saham menembus Rp869 miliar.

DSSA dan CUAN anjlok dalam tujuh hari perdagangan terakhir. Asing mencatat net sell hampir Rp900 miliar di dua saham grup Prajogo Pangestu tersebut.

Dua emiten Prajogo Pangestu, DSSA dan CUAN kompak dibuang asing. Dalam tujuh hari perdagangan, totalnya mencapai hampir Rp900 miliar. (Foto: KabarBursa)
Dua emiten Prajogo Pangestu, DSSA dan CUAN kompak dibuang asing. Dalam tujuh hari perdagangan, totalnya mencapai hampir Rp900 miliar. (Foto: KabarBursa)

Daftar Isi

  1. 01 Nilai Transaksi CUAN Tetap Besar

KABARBURSA.COM – Saham-saham grup Prajogo Pangestu masih belum keluar dari tekanan besar pasar. Dalam tujuh hari perdagangan terakhir, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) bergerak dalam tekanan tajam disertai arus keluar dana asing yang sangat agresif.

DSSA menjadi salah satu saham dengan koreksi paling dalam dalam sepekan terakhir. Pada perdagangan 13 Mei 2026, saham DSSA ditutup di level 1.035 setelah anjlok 11,16 persen dalam sehari.

Jika ditarik sejak 4 Mei 2026, saham DSSA sudah turun dari 1.525 menjadi 1.035 atau terkoreksi sekitar 32,1 persen hanya dalam tujuh sesi perdagangan. Penurunan tersebut berlangsung nyaris tanpa jeda rebound berarti.

Tekanan asing juga terlihat sangat dominan. Dalam periode 4–13 Mei 2026, DSSA mencatat akumulasi net foreign sell sekitar Rp431,63 miliar.

Distribusi terbesar terjadi pada 12 Mei ketika asing mencatat jual bersih Rp140,11 miliar. Sehari sebelumnya, tekanan juga sangat besar dengan net sell Rp115,86 miliar, disusul Rp58,93 miliar pada 8 Mei.

Pergerakan DSSA menunjukkan pola distribusi yang cukup konsisten. Ketika harga sempat mencoba rebound pada 7 Mei dan 12 Mei, arus jual asing justru tetap mendominasi pasar.

Nilai Transaksi CUAN Tetap Besar

Kondisi serupa juga terjadi pada saham CUAN. Emiten tambang milik Prajogo Pangestu tersebut ikut bergerak liar dengan tekanan volatilitas tinggi sepanjang sepekan terakhir.

Pada perdagangan 13 Mei 2026, CUAN ditutup di level 850 setelah turun 10,05 persen dalam sehari. Jika dibanding posisi 4 Mei di level 1.160, saham CUAN telah terkoreksi sekitar 26,7 persen dalam tujuh hari perdagangan.

Yang menarik, nilai transaksi CUAN justru tetap sangat besar di tengah tekanan harga. Pada 12 Mei misalnya, transaksi CUAN mencapai Rp492,33 miliar dengan volume hampir 5 juta lot.

Namun derasnya transaksi tersebut belum mampu menahan arus keluar dana asing. Dalam periode 4–13 Mei 2026, CUAN mencatat akumulasi net foreign sell sekitar Rp439,79 miliar.

Tekanan paling besar terjadi pada 12 Mei ketika asing melakukan jual bersih Rp174,11 miliar. Sebelumnya, asing juga melepas CUAN sebesar Rp78,79 miliar pada 6 Mei dan Rp47,54 miliar pada 13 Mei.

Berbeda dengan DSSA yang bergerak lebih konsisten turun, CUAN sempat menunjukkan perlawanan ketika melonjak 12,07 persen pada 5 Mei. Namun penguatan tersebut tidak bertahan lama karena tekanan distribusi asing kembali muncul dalam sesi-sesi berikutnya.

Jika dibandingkan, total arus keluar asing CUAN sedikit lebih besar dibanding DSSA. CUAN mencatat foreign outflow sekitar Rp439,69 miliar, sementara DSSA sekitar Rp429,91 miliar dalam periode yang sama.

Perdagangan keduanya kini memperlihatkan pola yang hampir serupa dengan saham-saham besar lain yang sebelumnya menjadi pusat perhatian pasar. Nilai transaksi tetap tinggi, volatilitas meningkat tajam, tetapi arus dana asing masih terus bergerak keluar.

Di tengah kondisi tersebut, pasar mulai bergerak lebih sensitif terhadap perubahan sentimen global, rotasi dana asing, hingga tekanan likuiditas pada saham-saham dengan volatilitas tinggi.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait