Market Hari Ini 01 May 2024 Penulis: Syahrianto Editor: Tim Editorial

Dua Juta Ton Gula Ditargetkan dari Lahan Tebu di Merauke

Dua Juta Ton Gula Ditargetkan dari Lahan Tebu di Merauke
Dua Juta Ton Gula Ditargetkan dari Lahan Tebu di Merauke

KABARBURSA.COM - Rencana pembukaan lahan tebu baru seluas 2 juta hektare di Merauke, Papua Selatan, bertujuan memproduksi 2 juta ton gula per tahun mulai 2027, menurut Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM, Yuliot, mengungkapkan bahwa pembukaan lahan ini akan menarik investasi dari pembangunan 5 pabrik gula baru.

Namun, ia tidak memberikan rincian tentang investor pabrik gula tersebut, apakah berasal dari sektor swasta atau BUMN.

"Kelima pabrik tersebut diperkirakan akan memiliki kapasitas produksi sekitar 2 juta ton gula per tahun. Saat ini, Indonesia mengimpor sekitar 5 juta ton gula per tahun. Dengan adanya produksi gula di Merauke, diharapkan pada tahun 2027 dapat menggantikan sebagian besar impor tersebut," kata Yuliot.

Untuk tahap awal, BKPM menyatakan bahwa pemerintah telah mengimpor sekitar 2 juta bibit tebu dari Australia, yang diyakini sesuai dengan kondisi tanah di Merauke.

"Mengenai bibit, harapannya adalah tingkat rendemen tebu mencapai 12—13 persen, dengan pengembangan bibit di dalam negeri serta impor yang bekerja sama dengan Sugar Research Australia," tambah Yuliot.

Pembukaan lahan seluas 2 juta hektare tersebut sesuai dengan penugasan yang diamanatkan dalam Keputusan Presiden No. 15/2024 mengenai Satuan Tugas Percepatan Swasembada Gula dan Bioetanol di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.

Yuliot sebelumnya menyatakan bahwa proyek swasembada gula dan bioetanol tersebut membutuhkan investasi sekitar USD8 miliar atau sekitar Rp130 triliun, dengan asumsi kurs saat ini.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait