Market Hari Ini 28 Feb 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Dua Pekan Jelang Ramadan Harga Bahan Pangan Merangkak Naik

Dua Pekan Jelang Ramadan Harga Bahan Pangan Merangkak Naik
Dua Pekan Jelang Ramadan Harga Bahan Pangan Merangkak Naik

KABARBURSA.COM – Menjelang bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah yang akan datang pada bulan maret 2024, mulai dari telur, tomat, kentang dan hingga cabai rawit merah dan cabai merah keriting mencapai Rp. 90/kg.

Seperti di pasar minggu Jakarta selatan, harga cabai, tomat, kentang, hingga telur mulai merangkak naik. Naiknya harga bahan pangan memang biasa terjadi menjelang Ramadhan. Salah satu pedagang sayur Pasar Minggu, mengatakan harga cabai merah dan cabe keriting mengalami kenaikan yang cukup tinggi, hingga capai Rp.90/kg nyaris mencapai seratus ribu perkilo.

“ Harga tomat sebelumnya Rp 14/Kg menjadi RP. 20/Kg, bahkan kentangpun naik menjadi Rp. 25/Kg padahal sebelumnya hanya Rp. 15/Kg, lalu harga telur naik menjadi Rp 32/Kg, “ ungkapnya kepada kabarbursa.com pada rabu 28 februari 2024.

“Sementara harga bahan pokok menjelang Ramadhan, ada beberapa yang naik. Seperti beras, gula hingga minyak goreng. Bahkan untuk minyak goreng merek minyakita sudah langkah di agen, padahal harga Minyakita sangat merakyat dan ramah dikantong, iapun disarankan untuk membeli minyak goreng merek lain dengan harga sedikit lebih mahal” ujarnya lagi.

Secara umum kenaikan harga pangan di bulan Ramadan biasanya dipicu oleh beberapa faktor; Pertama, ketidakseimbangan jumlah supply & demand sembako, konsumsi/permintaan sembako di bulan Ramadan biasanya meningkat tidak diiringi dengan kenaikan pasokan sembako di pasaran.

Kedua, panjangnya rantai distribusi sembako sedangkan terjadi kenaikan permintaan yang meningkat di berbagai daerah, sehingga, mengakibatkan beban ongkos distribusi menjadi lebih besar terlebih di tempat yang jauh dari produsen.

Selain itu, tidak dipungkiri masih adanya pihak yang tidak bertanggung jawab yang ingin meraup keuntungan lebih, pihak yang nakal ini biasanya membeli barang/produk dari petani dengan jumlah besar, kemudian ditimbun dan dijual pada saat persediaan pasar menipis dengan harga yang tinggi. (Mar/Dev)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait