KABARBURSA.COM – PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) resmi mengumumkan kepastian rencana pembagian dividen final tunai untuk periode tahun buku 2025.
Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Jumat, 19 Juni 2026, perseroan memutuskan membagikan dividen final senilai Rp64 per lembar saham.
Alokasi ini melengkapi pembagian dividen interim sebesar Rp41 per saham yang telah didistribusikan kepada pemegang saham pada November 2025 lalu.
"Perseroan menyampaikan jadwal dan tata cara pelaksanaan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sesuai keputusan RUPS Tahunan," kata Sekretaris Perusahaan Darya-Varia Laboratoria Widya Olivia Tobing dalam keterbukaan informasi dikutip, Kamis, 25 Juni 2026.
Secara kumulatif, total nilai dividen tunai yang dikembalikan kepada pemegang saham mencapai Rp71,68 miliar.
Jumlah tersebut mencerminkan rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio sebesar 71,7 persen dari total laba bersih perseroan tahun 2025 yang tercatat Rp163,94 miliar.
Widya menambahkan bahwa manajemen telah menyusun lini masa pembagian hak pemegang saham ini secara terstruktur sesuai regulasi bursa.
Periode cum dividen final di pasar reguler dan pasar negosiasi dijadwalkan jatuh pada Senin, 29 Juni 2026 mendatang.
Sementara itu, bagi investor yang berhak, proses pembayaran dividen tunai secara keseluruhan akan direalisasikan perseroan pada Rabu, 22 Juli 2026.
Saham DVLA Bergerak Stagnan di Tengah Estimasi Yield 4 Persen
Rencana pembagian hak tunai ini memberikan indikasi imbal hasil dividen atau dividend yield final sekitar 4 persen.
Perhitungan tersebut merujuk pada pergerakan harga instrumen ekuitas perseroan yang sempat menyentuh level Rp1.600 per lembar pada sesi intraday perdagangan.
Hingga pukul 15.35 WIB pada perdagangan hari Kamis, 25 Juni 2026, harga saham DVLA ditutup stabil pada posisi Rp1.595 per lembar saham.
Catatan pergerakan harian memperlihatkan saham emiten farmasi ini bergerak tanpa mengalami perubahan persentase.
Sepanjang sesi berjalan harian, aktivitas perdagangan saham DVLA dibuka pada level Rp1.600 per saham.
Frekuensi transaksi harian berjalan dinamis dengan batas fluktuasi tertinggi menyentuh Rp1.600 dan titik terendah berada di posisi Rp1.585 per lembar.
Widya menegaskan fokus emiten saat ini adalah menjaga keberlanjutan bisnis di sektor kesehatan guna memberikan nilai investasi yang optimal bagi publik.
Manajemen memastikan struktur permodalan dan sisa laba ditahan tetap berada pada posisi aman untuk mendukung ekspansi operasional.
Volume perdagangan saham DVLA pada paruh kedua hari ini tercatat mencapai akumulasi sebanyak 192 lot saham saja. Nilai kapitalisasi harian dari perputaran likuiditas tersebut membukukan total nilai transaksi bersih sebesar Rp30,6 juta.
Perolehan kuantitas tersebut tercatat berada di bawah rata-rata volume perdagangan harian biasa perseroan yang biasanya mampu menyentuh angka 19,44 ribu lot saham.
Posisi pemulihan dan stabilitas instrumen pasar modal ini sekaligus memperkuat posisi ekuitas total perseroan yang kini bertengger di level Rp1,47 triliun. Investor publik kini mengantisipasi penuntasan pendaftaran daftar pemegang saham (recording date) yang dijadwalkan mengunci data pada 1 Juli 2026.(*)