Market Hari Ini 13 Mar 2026 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

Efek Harga Minyak Mendidih bikin Emas Memudar

Ketika dolar menguat dan prospek suku bunga tinggi bertahan lebih lama, permintaan terhadap emas biasanya melemah

Harga emas tergelincir pada perdagangan Kamis. Tekanan datang dari penguatan dolar Amerika Serikat serta meredupnya ekspektasi pemangkasan suku bunga

Ilustrasi emas perhiasan. Foto: Dok KabarBursa.com
Ilustrasi emas perhiasan. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Harga emas tergelincir pada perdagangan Kamis. Tekanan datang dari penguatan dolar Amerika Serikat serta meredupnya ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat, di tengah lonjakan harga energi yang kembali memantik kekhawatiran inflasi global.

Sentimen tersebut menahan daya tarik logam mulia sebagai aset lindung nilai. Ketika dolar menguat dan prospek suku bunga tinggi bertahan lebih lama, permintaan terhadap emas biasanya melemah.

Indeks Dolar AS (DXY) tercatat naik sekitar 0,2 persen. Kenaikan ini membuat emas—yang diperdagangkan dalam denominasi dolar—menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain, sehingga menekan minat beli di pasar internasional.

“Nada positif untuk emas saat ini sedikit tertahan oleh penguatan dolar AS dan dinamika suku bunga yang saling terkait. Padahal, eskalasi kekerasan di sejumlah kawasan biasanya menjadi katalis yang mendukung harga logam kuning,” ujar Nicholas Frappell, Global Head of Institutional Markets di ABC Refinery. Seperti dilansir reuters di Jakarta, Jumat 13 Maret 2026.

Sementara itu, data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat menunjukkan tekanan harga konsumen masih terjaga. Indeks Harga Konsumen (CPI) AS tercatat meningkat 0,3 persen pada Februari, sejalan dengan perkiraan pasar dan lebih tinggi dibanding kenaikan 0,2 persen pada Januari.

Secara tahunan, inflasi konsumen mencapai 2,4 persen hingga Februari. Angka ini juga berada sesuai dengan proyeksi ekonom, menandakan bahwa tekanan inflasi belum sepenuhnya mereda.

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada rilis data Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) untuk Januari yang dijadwalkan diumumkan pada Jumat. Indikator tersebut merupakan acuan inflasi yang paling diperhatikan oleh Federal Reserve dalam merumuskan arah kebijakan moneternya.

Pergerakan logam mulia lainnya juga bervariasi. Harga perak spot turun sekitar 0,5 persen menjadi USD85,33 per ons. Platinum ikut melemah 0,3 persen ke level USD2.162,24 per ons.

Berbeda arah, paladium justru mencatat kenaikan tipis sekitar 0,3 persen dan diperdagangkan di kisaran USD1.642,05 per ons.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait