Market Hari Ini 29 Dec 2023 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Efek Window Dressing, Begini Situasi IHSG 2 Bulan Ini

Efek Window Dressing, Begini Situasi IHSG 2 Bulan Ini
Efek Window Dressing, Begini Situasi IHSG 2 Bulan Ini

KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat reli panjang selama dua bulan terakhir, mencapai rekor tertinggi tahun ini. Reli ini, selain sebagai indikasi belanja akhir tahun, juga menjadi bukti dari strategi "window dressing" yang tengah berlangsung.

Mengutip data perdagangan, setelah 10 bulan bergerak mendatar, IHSG melonjak 908 poin sejak 1 November 2023 hingga penutupan perdagangan 27 Desember lalu. Pada perdagangan terbaru, IHSG berusaha menembus level tertinggi sepanjang masa.

Pertumbuhan signifikan IHSG tahun ini terutama didorong oleh beberapa Initial Public Offering (IPO) yang membawa pemiliknya masuk dalam jajaran taipan terkaya di Indonesia. Tiga saham IPO, seperti Barito Renewables (BREN) dan Amman Minerals Internasional (AMMN), masuk dalam 10 emiten utama penggerak IHSG.

Meski demikian, analisis menunjukkan bahwa reli akhir tahun, yang diduga dipicu oleh strategi window dressing, terutama terjadi pada emiten blue chip dengan fundamental yang baik dan valuasi yang masih terjangkau. Emiten seperti Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Central Asia (BBCA), dan Telkom Indonesia (TLKM) mencatatkan kenaikan harga saham yang signifikan.

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi emiten big cap utama dengan kenaikan paling besar, melonjak 16.46 persen sejak 1 November 2023 hingga kemarin. Diikuti oleh Bank Negara Indonesia (BBNI) yang naik 9.44 persen, Bank Central Asia (BBCA) naik 9.10 persen, dan Telkom Indonesia (TLKM) naik 8.84 persen) dalam periode yang sama. Bank Mandiri (BMRI) dan Bayan Resources (BYAN) juga mencatatkan penguatan sebesar 6.19 persen.

Peningkatan harga saham ini sejalan dengan masuknya dana asing yang signifikan ke saham-saham tersebut. BBRI, BBCA, dan TLKM mencatatkan aliran dana asing masuk lebih dari Rp 1 triliun dalam sebulan terakhir, sementara BMRI dan BBNI juga mencatatkan aliran dana asing yang cukup besar.

Meskipun sebagian besar emiten blue chip mengalami reli signifikan, beberapa saham yang biasanya menjadi primadona pada tahun-tahun sebelumnya, seperti Astra Internasional (ASII) dan Indofood Sukses Makmur (INDF), gagal mencatatkan kenaikan selama periode window dressing tahun ini. Bahkan, INDF mencatatkan outflow sebesar Rp 205 miliar dalam sebulan terakhir.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait