KABARBURSA.COM – Efisiensi anggaran pemerintah untuk kementerian dan lembaga (K/L) berdampak pada industri perhotelan dan pariwisata. Hal ini dibuktikan oleh survei asosiasi sektor tersebut, yang mengungkapkan bahwa pemerintah selama ini memiliki kontribusi besar terhadap industri perhotelan, pariwisata, dan subsektor terkaitnya. Akibatnya, performa saham sejumlah emiten sektor ini juga mengalami pelemahan dari waktu ke waktu.
Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani, menyebutkan bahwa pemangkasan belanja perjalanan dinas dan kegiatan MICE (Meeting, Incentives, Conferences, and Exhibitions) memberikan dampak signifikan terhadap tingkat hunian hotel, terutama di wilayah yang bergantung pada permintaan dari instansi pemerintah.
"Kebijakan ini memang bertujuan menjaga stabilitas keuangan negara di tengah ketidakpastian global. Namun, dampaknya terhadap industri perhotelan cukup besar, terutama bagi hotel yang selama ini bergantung pada permintaan dari instansi pemerintah dan sektor MICE," ujar Hariyadi dalam keterangannya kepada Kabarbursa.com, Minggu, 23 Maret 2025.