Market Hari Ini 05 Mar 2024 Penulis: Syahrianto Editor: Tim Editorial

Ekonom Senior INDEF: Harga Beras Naik 18 persen YoY

Ekonom Senior INDEF: Harga Beras Naik 18 persen YoY
Ekonom Senior INDEF: Harga Beras Naik 18 persen YoY

KABARBURSA.COM - Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Aviliani menyoroti perkembangan harga beras dari tahun ke tahun (year on year) cenderung tinggi.

Aviliani mengungkapkan bahwa kenaikan harga beras secara rata-rata memiliki tren meningkat. Untuk data tahunan hingga Februari 2024 mencapai 18,41 persen yoy.

"Gaji belum tentu lima persen naik, apalagi 10 persen gitu ya. Ini baru satu komponen saja sudah 18 persen," ujarnya dalam webinar INDEF, Selasa, 5 Maret 2024.

Sepanjang 2024, dari tanggal 1 Februari ke 1 Maret terjadi kenaikan harga beras sebesar 6,35 persen (month to month).

Perubahan harga terbesar dari harga terendah ke tertinggi terjadi dari tanggal 25 Desember 2023 ke 1 Maret 2024 sebedar 15,63 persen.

"Jujur aja, kalau kita perhatikan kenaikan pendapatan itu selalu jauh lebih rendah dibandingkan kenaikan pengeluaran, makanya orang yang tadinya kelas menengah hampir miskin, hampir miskin jadi orang miskin," jelasnya.

Aviliani memaparkan, puncak harga terjadi pada 1 Maret dengan angka Rp15.900 per kilogram di pasar tradisional.

Pergerakan harga di pasar modern cukup stabil dan tidak terlalu fluktuatif seperti di pasar tradisional karena pemberlakuan pembatasan pembelian.

"Nah ini yang sebenarnya dari waktu ke waktu bisa terjadi kalau kita tidak mengatasi persoalan pangan. Dari Januari ke Februari aja udah lima persen lebih," terang dia.

Sementara itu, dia menambahkan, data terkait kenaikan harga month to month dari 1 Februari ke 1 Maret kenaikan tertinggi terjadi di Gorontalo (17,24 persen), Sulawesi Tengah (13,38 persen), dan Sulawesi Utara (11,46 persen). (ari/adi)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait