Market Hari Ini 04 Sep 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Ekspansi Melambat, Prospek Pertumbuhan LINK Jadi Sorotan

Link Net (LINK) catat penambahan jaringan 346 ribu homes passed per Juni 2025, melambat dibanding tahun lalu.

Link Net (LINK) catat penambahan jaringan 346 ribu homes passed per Juni 2025, melambat dibanding tahun lalu.

Laju pertumbuhan yang mulai tertahan di 2025 membuat pasar menaruh perhatian lebih pada kinerja PT Link Net Tbk (LINK). (Foto: Dok. Link Net)
Laju pertumbuhan yang mulai tertahan di 2025 membuat pasar menaruh perhatian lebih pada kinerja PT Link Net Tbk (LINK). (Foto: Dok. Link Net)

KABARBURSA.COM – Aktivitas ekspansi jaringan internet tetap menjadi indikator penting bagi emiten telekomunikasi dan infrastruktur digital. 

Namun, laju pertumbuhan yang mulai tertahan di 2025 membuat pasar menaruh perhatian lebih pada kinerja PT Link Net Tbk (LINK).

Perseroan dalam paparan publik insidental, Rabu, 3 September 2025, melaporkan bahwa jumlah homes passed hingga Juni 2025 telah mencapai 4,4 juta. 

Meski basis jaringan semakin luas, penambahan sepanjang tahun berjalan hanya sekitar 346 ribu rumah, jauh lebih rendah dibandingkan 524 ribu rumah baru pada 2024.

Selain ekspansi yang melambat, tekanan juga terlihat pada kinerja keuangan. 

Hingga semester I 2025, Link Net membukukan pendapatan Rp1,55 triliun, turun 1,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

EBITDA tergerus 48,9 persen menjadi Rp446 miliar dengan margin yang menyusut ke 31,4 persen.

Yang paling mencolok, laba bersih perseroan berbalik rugi Rp692 miliar per Juni 2025, anjlok 145 persen dibandingkan laba tahun lalu. 

Untuk kuartal II 2025 saja, rugi bersih tercatat Rp337 miliar dengan margin negatif hingga 43,9 persen.

Meski kinerja tertekan, saham LINK sempat mengalami lonjakan aktivitas di bursa. Data perdagangan menunjukkan volume transaksi melonjak pada 26 Agustus 2025 hingga 935 ribu saham, tertinggi dalam periode 19–28 Agustus. 

Harga saham juga sempat menyentuh Rp3.790 pada 27 Agustus sebelum berakhir di Rp3.450.

Manajemen dalam keterangannya menyatakan tidak mengetahui aktivitas spesifik yang memicu lonjakan tersebut. 

“Perseroan menegaskan dinamika pasar menjadi faktor utama pergerakan saham,” tulis manajemen.

Untuk menjawab tantangan, Link Net mempercepat transformasi bisnis menjadi FiberCo. Perseroan menargetkan perluasan jaringan Build-to-Suit (BTS) bersama XL Axiata dengan komitmen 2,4 juta homes passed. 

Selain itu, ekspansi ke 121 kota baru di tingkat regional juga sudah masuk dalam rencana jangka menengah.

Perseroan juga menyiapkan diversifikasi pendapatan melalui layanan ICT & keamanan siber, konektivitas bisnis, serta corporate TV. Klien korporasi mencakup sektor perbankan, telekomunikasi, media, hingga hospitality seperti hotel dan rumah sakit.

Selain itu, unit MediaCo telah berubah dari retail B2C menjadi wholesale B2B, yang menawarkan layanan end-to-end seperti pay TV via XL, OTT, hingga solusi konten untuk segmen hotel dan korporasi. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait