Market Hari Ini 28 Jan 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Ekspansi WIFI Dimulai, Internet Rakyat 1,4 GHz Siap Komersial

Anak usaha WIFI menyelesaikan uji laik operasi dan mengantongi lisensi operasional layanan FWA Internet Rakyat.

Anak usaha WIFI menyelesaikan uji laik operasi dan memperoleh lisensi operasional layanan Internet Rakyat 1,4 GHz untuk peluncuran komersial.

Pemanfaatan pita frekuensi 1,4 GHz pada layanan FWA ini menjadikan IRA sebagai implementasi komersial pertama di dunia. (Foto: Dok. Surge)
Pemanfaatan pita frekuensi 1,4 GHz pada layanan FWA ini menjadikan IRA sebagai implementasi komersial pertama di dunia. (Foto: Dok. Surge)

KABARBURSA.COM – Anak usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge, PT Telemedia Komunikasi Pratama, menyatakan keberhasilan uji laik operasi (ULO) layanan fixed wireless access (FWA) Internet Rakyat (IRA) 1,4 GHz untuk segera diluncurkan secara komersial.

Direktur Utama Telemedia Komunikasi Pratama sekaligus Direktur Surge, Shannedy Ong, menyampaikan bahwa penyelesaian ULO dan perolehan lisensi operasional menandai kesiapan penuh layanan IRA untuk dioperasikan secara komersial, khususnya bagi masyarakat yang telah melakukan pendaftaran awal.

“Keberhasilan uji laik operasi dan perolehan lisensi operasional menjadi tonggak strategis untuk mempercepat realisasi layanan IRA secara komersial, terutama bagi masyarakat yang telah melakukan preregistration, yang jumlahnya telah melampaui 1,1 juta pendaftar,” ujar Shannedy, dalam siaran pers, Rabu, 28 Januari 2026.

Ia menambahkan bahwa layanan IRA dirancang sebagai solusi konektivitas yang inklusif dan dapat diimplementasikan secara cepat dengan efisiensi pembangunan infrastruktur. 

“Dengan kesiapan operasional yang telah tercapai, layanan ini disiapkan sebagai alternatif dalam memperluas penetrasi internet nasional dan mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, serta layanan publik berbasis digital,” kata Shannedy.

Berdasarkan informasi resmi perusahaan, keberhasilan ULO dan perolehan lisensi operasional tersebut merupakan kelanjutan dari kemenangan Telemedia Komunikasi Pratama dalam lelang pita frekuensi 1,4 GHz yang dilaksanakan pada Oktober 2025. 

Dalam proses ULO, perusahaan melakukan pengujian menyeluruh yang mencakup performa jaringan, stabilitas dan kualitas koneksi, keandalan sistem, serta kesiapan infrastruktur pendukung layanan.

Hasil pengujian kecepatan yang dilakukan menggunakan perangkat laptop maupun ponsel menunjukkan bahwa layanan IRA mampu melampaui standar kecepatan unduh minimum yang ditetapkan regulator, dengan capaian hingga 100 Mbps. 

Seluruh rangkaian pengujian tersebut dinyatakan memenuhi persyaratan kualitas layanan, keandalan jaringan, serta ketentuan regulasi yang berlaku, sehingga layanan dinyatakan layak untuk memperoleh lisensi operasional.

Pemanfaatan pita frekuensi 1,4 GHz pada layanan FWA ini menjadikan IRA sebagai implementasi komersial pertama di dunia yang menggunakan pita frekuensi tersebut. 

Perusahaan menyebutkan bahwa karakteristik pita 1,4 GHz menawarkan penetrasi sinyal indoor yang kuat, jangkauan yang luas, kualitas koneksi yang stabil, serta efisiensi biaya dan jaringan, sehingga sesuai untuk wilayah dengan kepadatan hunian tinggi dan keterbatasan infrastruktur berbasis kabel.

Sebagai bagian dari ekosistem Solusi Sinergi Digital, Telemedia Komunikasi Pratama menyatakan akan segera melaksanakan peluncuran komersial layanan FWA 1,4 GHz IRA.

Layanan ini diposisikan untuk mendukung perluasan akses broadband tetap yang terjangkau dan memperkuat konektivitas digital nasional secara merata.

Dalam keterangan perusahaan, pengembangan layanan IRA juga diarahkan untuk memperkuat peran grup dalam penyediaan infrastruktur dan layanan konektivitas digital, sejalan dengan fokus pengembangan jaringan broadband tetap berbasis teknologi nirkabel yang efisien. 

Perusahaan menyebutkan bahwa langkah ini menjadi bagian dari strategi penguatan akses internet di wilayah perkotaan maupun daerah dengan keterbatasan jaringan kabel. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait