Market Hari Ini 28 Oct 2025 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

Ekspektasi Kesepakatan AS–China Menggerus Daya Tarik Logam Mulia

Koreksi tajam pertengahan Oktober yang sempat menyeret kapitalisasi kripto hingga ke kisaran USD3,53 triliun memberi peluang akumulasi baru bagi investor institusional

Analis Reku, Fahmi Almuttaqin, menilai ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan The Fed (Fed Funds Rate/FFR) menjadi motor utama

Sejumlah aset utama seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan beberapa altcoin besar kini kembali diburu seiring meredanya tekanan jual
Sejumlah aset utama seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan beberapa altcoin besar kini kembali diburu seiring meredanya tekanan jual

KABARBURSA.COM - Analis Reku, Fahmi Almuttaqin, menilai ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan The Fed (Fed Funds Rate/FFR) menjadi motor utama di balik reli pasar kripto dalam beberapa hari terakhir.

“Sentimen bahwa The Fed pekan ini akan kembali memangkas suku bunga menciptakan arus dana ke aset berisiko, termasuk kripto,” ujar Fahmi dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Data CoinMarketCap mencatat, kapitalisasi pasar kripto global pada mencapai sekitar USD3,86 triliun, naik 3,6 persen dalam 24 jam terakhir. Sementara itu, The Fed sedang melangsungkan rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada Selasa–Rabu waktu setempat, yang menjadi sorotan utama pelaku pasar.

Fahmi menjelaskan, koreksi tajam pertengahan Oktober yang sempat menyeret kapitalisasi kripto hingga ke kisaran USD3,53 triliun memberi peluang akumulasi baru bagi investor institusional. Sejumlah aset utama seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan beberapa altcoin besar kini kembali diburu seiring meredanya tekanan jual.

Selain arah suku bunga dan proyeksi ekonomi, pasar juga menyoroti berbagai faktor eksternal: perubahan regulasi kripto, negosiasi dagang AS–China, hingga data makroekonomi AS yang berpotensi memengaruhi arah pasar dalam waktu dekat.

Jika The Fed memberi sinyal dovish dan menegaskan niat untuk melanjutkan pelonggaran pada Desember, gelombang risk-on berpotensi menguat. Sebaliknya, sinyal hawkish atau penundaan pemangkasan suku bunga bisa menekan pasar kripto kembali ke zona koreksi.

“Dukungan terhadap tren pelonggaran jangka menengah dapat meningkatkan likuiditas dan memperkuat adopsi institusional kripto,” ujar Fahmi. “Namun, jika The Fed menyoroti kekhawatiran inflasi meski tetap memangkas suku bunga, pasar kemungkinan stagnan atau kembali melemah.”

Dalam skenario bullish, Reku memproyeksikan Bitcoin berpotensi menembus area USD120.000–125.000. Namun, jika pendekatan hati-hati The Fed mendominasi, risiko penurunan menuju USD108.000 masih terbuka.

Di tengah peluang penguatan besar yang dibayangi volatilitas tinggi, Fahmi menilai strategi investasi tetap harus cermat. “Bagi investor jangka menengah-panjang, menempatkan sebagian portofolio pada aset kripto utama seperti Bitcoin dan Ethereum menarik untuk dipertimbangkan, asalkan siap menghadapi fluktuasi ekstrem,” tuturnya.

Sementara bagi trader berpengalaman, pendekatan taktis menjadi kunci—memanfaatkan setiap koreksi untuk akumulasi dan menjual saat kondisi overbought, selaras dengan kerangka waktu investasi masing-masing.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait