Market Hari Ini 06 Apr 2026 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

Ekuitas Anjlok 65,2 Persen, PTPP Catat Rugi Rp6,08 Triliun

Angka tersebut terkontraksi 17,9 persen dari capaian tahun sebelumnya yang mencapai Rp19,81 triliun. Sebuah penurunan yang mencerminkan tekanan di lini pendapatan

Sepanjang tahun 2025, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) harus menelan pil pahit. Perseroan mencatat rugi bersih sebesar Rp6,08 triliun

Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Dok KabarBursa.com
Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Sepanjang tahun 2025, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) harus menelan pil pahit. Perseroan mencatat rugi bersih sebesar Rp6,08 triliun, melonjak tajam hingga 299 persen dibandingkan kerugian pada Tahun Buku 2024 yang sebesar Rp1,52 triliun.

Mengacu pada laporan keuangan untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten yang berada di bawah kendali PT Danantara Asset Management ini membukukan pendapatan usaha Rp16,27 triliun. Angka tersebut terkontraksi 17,9 persen dari capaian tahun sebelumnya yang mencapai Rp19,81 triliun. Sebuah penurunan yang mencerminkan tekanan di lini pendapatan.

Sejalan dengan merosotnya kinerja top line, beban pokok pendapatan turut mengalami koreksi. Nilainya turun 13,8 persen secara tahunan menjadi Rp14,81 triliun. Namun, efisiensi ini belum cukup menahan laju penurunan. Laba bruto sepanjang 2025 tercatat Rp1,46 triliun, tergerus 44,6 persen dibandingkan posisi 2024 yang sebesar Rp2,63 triliun.

Dalam rentang Januari hingga Desember 2025, emiten konstruksi pelat merah ini juga mencatatkan lonjakan rugi sebelum pajak. Nilainya mencapai Rp7,73 triliun, melesat 363,5 persen dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,67 triliun. Angka tersebut menegaskan tekanan yang kian intens di sisi operasional.

Setelah memperhitungkan beban pajak neto sebesar Rp272,16 miliar, rugi tahun berjalan PTPP membengkak menjadi Rp8 triliun. Kenaikannya signifikan, yakni 348,1 persen secara tahunan. Dari jumlah tersebut, rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 tercatat Rp6,08 triliun.

Dampak dari kerugian tersebut menjalar ke posisi ekuitas. PTPP membukukan defisit saldo laba—akumulasi rugi yang belum ditentukan penggunaannya—sebesar Rp6,04 triliun per 31 Desember 2025. Angka ini meningkat tajam dari posisi akhir 2024 yang berada di level Rp1,52 triliun.

Pada saat yang sama, struktur permodalan turut mengalami tekanan. Ekuitas perusahaan yang juga dimiliki oleh investor individu Haiyanto ini tercatat Rp4,31 triliun, anjlok 65,2 persen dibandingkan posisi Rp12,39 triliun pada akhir 2024. Penurunan drastis ini mencerminkan erosi nilai yang signifikan.

Meski demikian, perseroan masih mampu menekan total liabilitas menjadi Rp38,68 triliun, turun 8,2 persen secara tahunan. Kendati begitu, komposisinya tetap didominasi oleh kewajiban jangka pendek yang mencapai Rp19,45 triliun, menandakan tekanan likuiditas yang belum sepenuhnya mereda.

Hingga penghujung Desember 2025, total aset PTPP tercatat Rp42,98 triliun, menyusut 21,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, posisi kas dan setara kas tersisa Rp2,89 triliun, merosot 30,8 persen dari posisi akhir Desember 2024 yang sebesar Rp4,18 triliun.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait