Market Hari Ini 19 Jun 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Elnusa (ELSA) Garap Proyek Strategis Terminal Terpadu Palaran, Apa Isinya?

Elnusa bangun infrastruktur energi berbasis teknologi digital di Kalimantan Timur untuk mendukung agenda hilirisasi dan distribusi BBM nasional.

Simak peran strategis PT Elnusa Tbk (ELSA) dalam membangun Terminal Terpadu Palaran sebagai infrastruktur energi modern penunjang IKN dan distribusi BBM nasiona

Proyek strategis ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat agenda hilirisasi serta pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia. (Foto: Dok. Elnusa)
Proyek strategis ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat agenda hilirisasi serta pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia. (Foto: Dok. Elnusa)

KABARBURSA.COM – PT Elnusa Tbk (ELSA), perusahaan jasa energi terintegrasi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, resmi melaksanakan pembangunan Terminal Terpadu Palaran di Kalimantan Timur. Proyek strategis ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat agenda hilirisasi serta pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

Direktur Operasi Elnusa, Andri Haribowo, menyatakan bahwa Terminal Terpadu Palaran mencerminkan transformasi Elnusa sebagai penyedia solusi energi terintegrasi. Menurutnya, perusahaan kini semakin kuat dalam pembangunan infrastruktur energi nasional, tidak hanya unggul pada sektor jasa hulu migas.

"Proyek ini merupakan bukti nyata kemampuan Elnusa dalam mengintegrasikan kompetensi engineering, konstruksi, teknologi digital, dan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) untuk menghadirkan infrastruktur energi yang andal dan berkelanjutan," ujar Andri di Jakarta, Jumat, 19 Juni 2026.

Andri menambahkan, keberadaan Terminal Terpadu Palaran tidak hanya memperkuat distribusi energi di Kalimantan Timur secara umum. Fasilitas ini juga menjadi enabler penting bagi pengembangan industri dan pertumbuhan ekonomi kawasan, termasuk dalam mendukung pemenuhan energi untuk ekosistem Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pembangunan terminal ini merupakan bagian dari tiga pembangunan tangki operasional BBM nasional yang masuk dalam 13 Proyek Hilirisasi Strategis Tahap II senilai Rp116 triliun. Groundbreaking proyek tersebut telah diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia pada April 2026 lalu, dan nantinya operasional terminal akan dikelola oleh PT Pertamina Patra Niaga.

Dalam proyek ini, Elnusa bertindak sebagai pimpinan konsorsium bersama PT Pamitra Jaya Konstruksi. Elnusa mengelola seluruh tahapan proyek, mulai dari rekayasa, proses keselamatan, pengadaan material strategis, konstruksi multidisiplin, hingga proses commissioning serta sertifikasi fasilitas agar siap digunakan secara penuh.

Untuk menjamin efisiensi dan keandalan operasional, terminal ini dilengkapi dengan berbagai teknologi digital modern. Implementasi tersebut meliputi Terminal Automation System (TAS), Automation Tank Gauging, In-line Blending Biosolar, sistem metering digital, serta sistem keselamatan terintegrasi yang berstandar tinggi.

Penerapan teknologi ini memungkinkan pengelolaan terminal menjadi lebih akurat, efisien, aman, dan transparan, yang pada akhirnya meningkatkan efektivitas distribusi energi. Terminal ini dirancang dengan kapasitas penyimpanan BBM mencapai 37.500 kiloliter melalui 12 tangki penyimpanan dan dilengkapi jetty berkapasitas 7.500 DWT.

Lebih lanjut, integrasi fasilitas ini dengan jaringan pipeline Balikpapan-Samarinda serta fasilitas truck loading akan memperkuat fleksibilitas rantai pasok energi regional. Pertumbuhan aktivitas industri dan investasi di Kalimantan Timur ke depan diproyeksikan akan meningkatkan kebutuhan energi secara signifikan, sehingga infrastruktur ini menjadi sangat krusial.

Dalam pelaksanaan proyek, Elnusa juga mengedepankan prinsip keberlanjutan melalui penguatan aspek HSSE serta pengelolaan lingkungan yang ketat. Perusahaan turut menerapkan penggunaan kendaraan listrik untuk kebutuhan operasional serta melakukan pemberdayaan tenaga kerja dan penyedia jasa lokal di area proyek.

Andri menegaskan bahwa ketahanan energi nasional memang menuntut kehadiran infrastruktur modern yang mampu beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan industri. Elnusa berkomitmen terus berkontribusi membangun fondasi distribusi energi yang lebih efisien untuk mendukung kemandirian energi nasional melalui solusi berbasis teknologi.

"Ke depan, kami akan terus memperkuat kontribusi melalui solusi energi terintegrasi berbasis teknologi dan inovasi," tutup Andri.

Kehadiran Terminal Terpadu Palaran, bersama dengan proyek serupa di Biak dan Maumere, menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kapasitas penyimpanan BBM nasional. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat keandalan distribusi energi secara merata, khususnya di wilayah Indonesia Timur yang menjadi fokus penguatan infrastruktur energi saat ini.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait