Market Hari Ini 21 Mar 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Elon Musk dan Mark Zuckerberg Bersatu, Apple Terancam Keok?

Elon Musk dan Mark Zuckerberg Bersatu, Apple Terancam Keok?
Elon Musk dan Mark Zuckerberg Bersatu, Apple Terancam Keok?

KABARBURSA.COM - Raksasa-raksasa teknologi bergabung dalam kritik terhadap Apple atas ketidakpatuhan terhadap keputusan pengadilan yang mewajibkan iPhone menyediakan opsi pembayaran alternatif di dalam aplikasi. Meta, yang dipimpin oleh Mark Zuckerberg, dan X, kepunyaan Elon Musk, ikut mengecam kebijakan Apple.

Protes terhadap Apple dipicu oleh Epic Games, pengembang permainan video Fortnite. Epic mengajukan permohonan kepada pengadilan untuk menyatakan bahwa Apple telah menghina keputusan pengadilan dengan tidak mengikuti perintah hakim.

Dalam laporan yang diajukan oleh Epic ke pengadilan, perusahaan-perusahaan besar seperti Meta (induk usaha WhatsApp, Instagram, dan Facebook), Microsoft, X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter), dan Match Group (induk usaha Tinder) turut mengajukan gugatan terhadap Apple.

Menurut perusahaan-perusahaan tersebut, Apple jelas melanggar perintah pengadilan yang meminta pembukaan sistem pembayaran di iPhone. Pengadilan telah memerintahkan Apple untuk memungkinkan pengembang aplikasi untuk memasang tautan atau tombol yang mengarahkan pengguna ke opsi pembayaran alternatif di luar App Store.

Keputusan yang dikeluarkan pada tahun 2021 ini berasal dari gugatan Epic terhadap kebijakan Apple yang mengharuskan pengguna iPhone untuk mengunduh aplikasi melalui App Store dan menarik biaya komisi sebesar 30 persen untuk setiap transaksi.

Apple dituduh mempersulit konsumen dalam melakukan pembayaran digital melalui iPhone.

Meskipun Apple telah memberikan izin kepada pengembang aplikasi untuk menyertakan informasi dan tautan pembayaran alternatif di luar App Store dalam aplikasi mereka, Epic menyatakan bahwa aturan baru yang diterapkan oleh Apple dan biaya komisi sebesar 27 persen yang dikenakan kepada pengembang membuat tautan pembayaran di aplikasi mereka menjadi tidak berguna.

Dalam laporan kepada pengadilan, Epic, Microsoft, Meta, Match, dan X menyatakan bahwa tindakan Apple merupakan praktik anti-steering, yaitu membatasi opsi bagi pengguna, yang dilarang oleh hukum.

Pembatasan yang diterapkan oleh Apple mengenai kapan dan bagaimana pengembang aplikasi dapat berkomunikasi dengan pengguna mereka tentang opsi pembelian konten di dalam aplikasi menciptakan hambatan bagi persaingan dan dapat meningkatkan harga, tulis gugatan yang diajukan terhadap Apple.

Ketika merilis kebijakan baru terkait biaya untuk pengembang, Apple menyatakan bahwa aturan baru diperlukan untuk melindungi konsumen dan menjaga integritas ekosistem Apple.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait