Market Hari Ini 08 Jun 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

ELSA Bergerak di 535-580, Ada Sinyal Besar dari Orderbook

ELSA menggelar RUPST dengan tujuh agenda penting, termasuk penggunaan laba bersih dan perubahan pengurus. Di tengah penantian itu, pelaku pasar masih memilih menunggu dengan tekanan jual yang relatif tipis.

ELSA bergerak terbatas di tengah pelaksanaan RUPST. Struktur orderbook menunjukkan area support dan resistance yang menjadi perhatian investor.

Harga rata-rata transaksi ELSA pada perdagangan berjalan di sesi II ini berada di Rp561, sedikit di bawah posisi harga saat ini. (Foto: dok ELSA)
Harga rata-rata transaksi ELSA pada perdagangan berjalan di sesi II ini berada di Rp561, sedikit di bawah posisi harga saat ini. (Foto: dok ELSA)

Daftar Isi

  1. 01 Support Penting ELSA

KABARBURSA.COM – Di tengah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari penggunaan laba bersih, penunjukan akuntan publik, hingga perubahan susunan pengurus, pergerakan saham PT Elnusa Tbk (ELSA) menarik perhatian.

Hingga sesi II perdagangan berjalan, saham ELSA berada di level Rp565 atau turun 10 poin atau 1,74 persen dari penutupan sebelumnya di Rp575. Sepanjang perdagangan, harga bergerak dalam rentang Rp535 hingga Rp580 dengan nilai transaksi sekitar Rp9,1 miliar dan volume mencapai 163,15 ribu lot.

Hal ini memperlihatkan adanya dorongan beli yang agresif, meskipun pasar sedang menunggu hasil RUPS. 

Hal itu juga terlihat dari struktur orderbook. Di sisi pembeli, antrean cukup tebal mulai terlihat pada level Rp545 hingga Rp540 dengan masing-masing mencapai sekitar 4.955 lot dan 4.990 lot. Area ini menjadi bantalan pertama yang menunjukkan masih adanya investor yang bersedia melakukan akumulasi ketika harga mengalami pelemahan.

Sementara itu, di sisi penjual, antrean mulai menumpuk pada level Rp595 dan Rp600 dengan masing-masing mencapai 7.942 lot dan 7.009 lot. Artinya, banyak pelaku pasar yang memilih merealisasikan keuntungan atau menunggu kepastian sebelum harga bergerak lebih tinggi.

Menariknya, harga rata-rata transaksi berada di Rp561, sedikit di bawah posisi harga saat ini. Artinya, meski saham terkoreksi, pembeli masih bersedia masuk di atas harga rata-rata perdagangan sehingga tekanan jual belum bisa dikatakan dominan.

Struktur orderbook ini memperlihatkan keseimbangan antara pembeli dan penjual. Belum ada pihak yang benar-benar mengambil kendali sehingga pergerakan harga cenderung bergerak dalam rentang yang terbatas.

Kondisi tersebut sangat wajar mengingat investor sedang menunggu hasil RUPS yang berpotensi menjadi katalis baru bagi saham ELSA.

Perhatian terbesar kemungkinan akan tertuju pada keputusan penggunaan laba bersih yang berkaitan dengan pembagian dividen, serta perubahan susunan pengurus yang dapat memberikan gambaran mengenai arah strategi perusahaan ke depan.

Selama belum ada informasi baru dari hasil rapat tersebut, pergerakan saham diperkirakan masih akan bergerak terbatas.

Support Penting ELSA

Dari sisi perdagangan, area Rp550 hingga Rp540 menjadi support penting yang perlu dipertahankan. Selama harga mampu bertahan di atas zona tersebut, peluang rebound menuju Rp580 hingga Rp600 masih terbuka.

Namun apabila tekanan jual meningkat dan harga turun di bawah Rp550, saham berpotensi kembali menguji level Rp535 sebagai support berikutnya.

Dengan melihat struktur orderbook saat ini, strategi yang lebih menarik adalah menunggu konfirmasi hasil RUPS sebelum mengambil posisi yang lebih agresif. 

Investor jangka pendek dapat memperhatikan potensi breakout di atas Rp580 sebagai sinyal awal perubahan sentimen, sementara investor jangka menengah dapat memanfaatkan pelemahan menuju area support sebagai peluang akumulasi secara bertahap.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait