Market Hari Ini 25 Mar 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Emas Dunia Lanjutkan Penguatan, Saham ANTM hingga ARCI Melemah

Harga emas global melonjak didorong dolar melemah dan ekspektasi suku bunga, namun saham ANTM, EMAS, dan ARCI kompak turun di tengah tekanan jual.

Harga emas dunia naik ke USD4.545, namun saham ANTM, EMAS, dan ARCI justru melemah pada perdagangan hari ini.

Meskipun harga emas global melanjutkan penguatan di tengah meredanya eskalasi geopolitik Timur Tengah, namun sejumlah emiten emas domestik belum lepas dari tekanan. (Foto: Pixabay/Csaba Nagy)
Meskipun harga emas global melanjutkan penguatan di tengah meredanya eskalasi geopolitik Timur Tengah, namun sejumlah emiten emas domestik belum lepas dari tekanan. (Foto: Pixabay/Csaba Nagy)

KABARBURSA.COM - Pergerakan harga emas global kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Rabu, 25 Maret 2026, di tengah perubahan sentimen makro yang cukup cepat. 

Harga emas spot melonjak sekitar 1,6 persen ke level USD4.545 per ons setelah sempat naik lebih dari 2 persen di awal sesi, sementara kontrak berjangka di Amerika Serikat bahkan menguat hingga 3,3 persen. 

Penguatan ini terjadi seiring pelemahan dolar AS dan penurunan harga minyak yang mengurangi tekanan inflasi serta ekspektasi kenaikan suku bunga global.

Namun, arah yang terbentuk di pasar global tersebut tidak sepenuhnya tercermin pada pergerakan saham emiten emas di dalam negeri. Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) justru ditutup melemah 3,20 persen ke level 3.630, bergerak dari pembukaan di 3.660 dan sempat menyentuh level tertinggi di 3.720 sebelum kembali tertekan hingga mendekati level terendah 3.580. 

Pola yang sama terlihat pada PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang turun 10,26 persen ke level 8.525, serta PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) yang terkoreksi 4,38 persen ke level 1.530.

Pergerakan ini menunjukkan adanya perbedaan arah antara harga komoditas dan saham sektor terkait dalam satu sesi perdagangan. Emas global bergerak naik didorong faktor eksternal seperti pelemahan dolar dan perubahan ekspektasi kebijakan suku bunga, sementara saham-saham emiten emas di dalam negeri justru mengalami tekanan jual. 

Dalam intraday, ketiga saham tersebut sempat mencoba bergerak naik, namun tekanan yang muncul di paruh kedua perdagangan membuat harga kembali turun hingga penutupan.

Kondisi ini terbentuk di tengah dinamika global yang masih dipenuhi ketidakpastian. Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai kemajuan negosiasi dengan Iran sempat mendorong penurunan harga minyak, tetapi dibantah oleh pihak Iran, menciptakan sinyal yang saling bertentangan di pasar. 

Di sisi lain, penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve, yang tercermin dari probabilitas hanya sekitar 16 persen untuk kenaikan pada Desember, menjadi salah satu faktor yang menopang penguatan emas.

Perbedaan respons antara harga emas dan saham emiten juga terlihat dari pergerakan dalam satu hari perdagangan. Saham ANTM, EMAS, dan ARCI menunjukkan pola fluktuatif dengan kecenderungan melemah menjelang penutupan, meskipun sempat bergerak di zona yang lebih tinggi di awal sesi. 

Hal ini mencerminkan adanya tekanan jual yang muncul setelah fase pembukaan, di tengah aktivitas pasar yang masih aktif.

Dalam satu rangkaian, kenaikan harga emas global yang didorong faktor makro berjalan bersamaan dengan pelemahan saham emiten emas di dalam negeri. Pergerakan yang berlawanan arah ini memperlihatkan bagaimana respons pasar saham dapat bergerak berbeda dalam jangka pendek, meskipun berada dalam sektor yang sama dengan komoditas acuannya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait