Market Hari Ini 31 Mar 2025 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Uslimin Usle

Emas Dunia Menguat Capai USD3.090 Per Troy Ons

Harga emas dunia mengalami kenaikan yang cukup signifikan hari ini, yakni berada di harga USD3.090 per Troy Ons.

Harga emas dunia menguat pada perdagangan terbaru, naik 5,81 poin atau 0,19 persen ke level USD3.090,16 per troy ons.

Pengunjung ramai membeli Perhiasan Emas di salah satu Tokoh Emas Pasar Minggu, Rabu (19/3/2025). Harga Emas terus mengalami kenaikan, Logam Mulia Antam hari ini di Pasar Minggu di jual Rp17.450.000/10grm . Foto: Kabar Bursa/Abbas Sandji
Pengunjung ramai membeli Perhiasan Emas di salah satu Tokoh Emas Pasar Minggu, Rabu (19/3/2025). Harga Emas terus mengalami kenaikan, Logam Mulia Antam hari ini di Pasar Minggu di jual Rp17.450.000/10grm . Foto: Kabar Bursa/Abbas Sandji

KABARBURSA.COM - Harga emas dunia menguat pada perdagangan terbaru, naik 5,81 poin atau 0,19 persen ke level USD3.090,16 per troy ons. Penguatan ini mencerminkan sentimen positif di pasar logam mulia, didukung oleh ekspektasi kebijakan moneter global serta meningkatnya permintaan aset safe-haven. 

Dilansir dari data Trading Economic pada 31 Maret 2025, selain emas, harga perak juga mencatat kenaikan sebesar 0,027 poin atau 0,08 persen ke level USD34,117 per troy ons. Sementara itu, harga tembaga menguat 0,50 persen menjadi USD5,12 per pon.  

Di sisi lain, beberapa komoditas mengalami tekanan, seperti baja yang turun 11 poin atau 0,34 persen ke level USD 3.197 per metrik ton, serta lithium yang melemah 0,20 persen menjadi USD 74.150 per metrik ton. Harga platinum juga mengalami koreksi tipis 0,09 persen ke USD 980,80 per troy ons.  

Penguatan harga emas dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian ekonomi global serta ekspektasi investor terhadap kebijakan bank sentral. Analis memperkirakan volatilitas masih akan berlanjut seiring dengan perkembangan data ekonomi makro dan pergerakan suku bunga di berbagai negara. 

Pengamat pasar modal, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa lonjakan harga emas ini didorong oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan kebijakan perdagangan Amerika Serikat. "Kenaikan harga emas saat ini tidak lepas dari pernyataan mantan Presiden AS, Donald Trump, yang berencana mengenakan tarif dua puluh lima persen pada semua impor dari negara-negara yang membeli minyak atau gas dari Venezuela, mulai 2 April mendatang. Kebijakan ini memicu kekhawatiran pasar akan terganggunya rantai pasokan energi global," ujar Ibrahim dalam keterangan resminya di Jakarta dikutip Senin, 31 Maret 2025.

Selain itu, tensi perdagangan antara AS dan Kanada turut memperburuk sentimen pasar. Trump juga berencana memberlakukan tarif balasan sebesar dua puluh lima persen pada impor mobil dan suku cadang dari Kanada. 

Menanggapi hal tersebut, Perdana Menteri Kanada menyatakan bahwa hubungan perdagangan historis dengan AS akan berakhir pada 2 April, dan menyerukan negosiasi ulang yang lebih komprehensif. "Kanada kini harus menyesuaikan ekonominya menghadapi perang dagang yang terus berkecamuk dengan AS," tambah Ibrahim.

Di sisi lain, kebijakan proteksionisme Trump ini juga menimbulkan ketidakpastian di kalangan investor. "Ada kekhawatiran bahwa keputusan Trump bisa berbalik dan justru memperburuk stabilitas ekonomi global. Investor cenderung mencari aset aman seperti emas di tengah kondisi ini, sehingga harga emas terus menguat," lanjutnya.

Dengan berbagai faktor tersebut, emas masih berpotensi mengalami kenaikan lebih lanjut. Investor disarankan untuk tetap memantau perkembangan kebijakan perdagangan global dan sentimen pasar guna mengambil keputusan investasi yang tepat.

Perang Dagang Global

Harga emas melonjak ke rekor tertinggi pada hari Jumat, 28 Maret 2025, karena investor beralih ke aset safe-haven di tengah kekhawatiran akan perang dagang global yang dipicu oleh tarif terbaru Presiden AS Donald Trump.

Seperti dikutip dari Reuters, emas spot naik 0,6 persen menjadi USD3.074,43 per ons, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi tahun ini di USD3.086,70. Sejak awal pekan, harga emas telah naik 1,7 persen dan berada di jalur untuk mencatatkan kenaikan mingguan keempat berturut-turut.

Kontrak berjangka emas AS ditutup naik 0,8 persen di USD3.114,30.

"Kekhawatiran terhadap tarif, perdagangan, dan ketidakpastian geopolitik yang terus meningkat menjadi faktor utama yang mendorong permintaan emas sebagai aset safe-haven," kata Peter Grant, Wakil Presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals.

Sebagai aset lindung nilai terhadap ketidakstabilan ekonomi dan politik, emas cenderung menguat dalam lingkungan suku bunga rendah.

Indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) naik 0,4 persen pada bulan Februari, sedikit lebih tinggi dari perkiraan analis yang memprediksi kenaikan 0,3 persen, sama seperti kenaikan di bulan Januari.

Meski demikian, Grant menilai data ini tidak akan banyak mengubah ekspektasi pemotongan suku bunga karena kenaikannya hanya sedikit lebih tinggi dari perkiraan.

The Fed sejauh ini mempertahankan suku bunga stabil setelah tiga kali pemotongan pada 2024, namun mengisyaratkan kemungkinan pemangkasan suku bunga hingga setengah poin persentase menjelang akhir tahun.

Pasar saat ini memperkirakan pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 63 basis poin hingga akhir tahun, dengan pemangkasan pertama diperkirakan mulai Juli.

Di sisi lain, pasar bersiap menghadapi rencana Trump untuk menerapkan tarif balasan, yang dijadwalkan akan diumumkan pada 2 April.

Kebijakan Trump dipandang berisiko meningkatkan inflasi, memperlambat pertumbuhan ekonomi, dan memperburuk ketegangan perdagangan, menurut para analis.

Sepanjang tahun ini, emas telah menguat lebih dari 15 persen, dengan rekor tertinggi sepanjang masa di USD3.057,21 yang tercapai pada 20 Maret. Para pelaku pasar kini menantikan data pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS yang akan dirilis pada Jumat. Data ini akan menjadi petunjuk penting bagi kebijakan suku bunga Federal Reserve ke depan.

Sementara itu, harga perak spot turun 1,4 persen menjadi USD33,93 per ons, platinum melemah 0,7 persen menjadi USD979,10, dan paladium turun 0,3 persen menjadi USD972,13. Meski mengalami penurunan harian, ketiga logam ini masih mencatatkan kenaikan secara mingguan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait