Market Hari Ini 26 Jan 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Emas Tembus USD5.000, Apa yang Sedang Terjadi di Pasar Global?

Ketegangan geopolitik AS–NATO dan arus dana lindung nilai kembali menjadi sorotan investor global.

Harga emas menembus rekor US$5.000 per ounce di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Reli emas berlanjut didukung permintaan bank sentral dan arus

Ilustrasi: Sebongkah emas (gold nugget). (Foto: Pixabay/Csaba Nagy)
Ilustrasi: Sebongkah emas (gold nugget). (Foto: Pixabay/Csaba Nagy)

KABARBURSA.COM – Harga emas melonjak ke rekor tertinggi baru pada Senin, menembus level psikologis USD5.000 per ounce. 

Harga tersebut melanjutkan reli historis seiring meningkatnya permintaan terhadap aset lindung nilai di tengah eskalasi ketegangan geopolitik, sebagaimana dilansir Reuters.

Ketegangan yang kian memanas antara Amerika Serikat dan NATO terkait isu Greenland turut memperkuat kenaikan emas sepanjang tahun ini, seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap risiko geopolitik dan ketidakpastian keuangan global.

Sepanjang 2025, harga emas telah melonjak 64 persen, didukung oleh pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat, kuatnya permintaan bank sentral, termasuk China yang memperpanjang aksi pembelian emasnya untuk bulan ke-14 berturut-turut pada Desember, serta rekor arus masuk dana ke instrumen exchange-traded fund (ETF) berbasis emas.

“Kami memperkirakan harga emas tahun ini berpotensi mencapai level tertinggi di USD6.400 per ounce, dengan rata-rata harga sekitar USD5.375,” kata analis independen Ross Norman, dikutip Reuters. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait